JASMANSYAH

Media Shilaturrahmi, berbagi informasi & Ilmu

Archive for the ‘PERPUSTAKAAN’ Category

Motivasi – Cara Agar Suka Membaca

Posted by JASMANSYAH pada Agustus 11, 2008

Motivasi – Cara Agar Suka Membaca

Dalam post Bagaimana Agar Suka Membaca ? saya sempat bertanya-tanya bagaimana caranya agar seseorang bisa suka membaca. Ada beberapa komentar yang menarik di situ, dan di sini saya ingin menuliskan satu faktor lagi yang menurut saya sangat penting agar seseorang suka membaca.

Faktor itu adalah motivasi. Seseorang akan suka membaca kalau ia memiliki motivasi yang kuat untuk membaca. Saya sampai pada kesimpulan ini setelah teringat pada prinsip belajar MASTER di dalam buku Accelerated Learning for the 21st Century. MASTER adalah singkatan enam langkah belajar yang diperlukan agar seseorang bisa belajar dengan cepat dan efektif. Enam langkah tersebut adalah motivating your mind, acquiring the information, searching out the meaning, triggering the memory, exhibiting what you know dan reflecting on how you have learned.

Seperti bisa dilihat, ternyata langkah pertama dalam belajar efektif adalah motivating your mind. Di buku itu dikatakan bahwa motivasi inilah yang merupakan langkah awal untuk belajar efektif. Tanpa motivasi yang kuat maka lima langkah berikutnya akan sia-sia. Sebaliknya, motivasi yang kuat akan membuat lima langkah berikutnya menjadi jauh lebih mudah. Lalu bagaimana caranya meningkatkan motivasi ? Satu cara yang disarankan di situ adalah AGB yang merupakan singkatan dari apa gunanya bagiku ?. Idenya adalah kita harus menggali apa kegunaan suatu ilmu bagi diri kita. Setelah kita menyadari betapa bergunanya ilmu itu maka kita akan termotivasi untuk belajar.

Saya pikir prinsip yang sama juga berlaku dalam hal membaca. Agar suka membaca, kuncinya adalah motivasi. Cara membangkitkan motivasi ini misalnya dengan menanamkan bahwa membaca itu asyik dan berguna. Tentu saja hal ini paling efektif kalau ditanamkan oleh orang tua sejak dini, tapi saya yakin tidak ada kata terlambat untuk membuat seseorang suka membaca. Intinya adalah orang itu harus menyadari insentif yang akan ia peroleh kalau ia suka membaca.

Bagaimana pendapat Anda ? Mungkin ada cara yang lebih efektif ?

Sumber: http://www.gayahidupdigital.com

Iklan

Posted in PERPUSTAKAAN | 4 Comments »

BUKU, JENDELA ILMU TIADA BATAS

Posted by JASMANSYAH pada Agustus 11, 2008

BUKU, JENDELA ILMU TIADA BATAS


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


BUKU, JENDELA ILMU TIADA BATAS


Buku adalah gudang ilmu, membaca adalah kuncinya. Buku adalah jendela dunia.


Pepatah-pepatah itu tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Pepatah yang menurut saya, tak pernah usang oleh waktu. Dan ini saya yakini dengan sepenuh hati. Tentu saja, karena buku harus menjadi sahabat dalam hidup kita. Buku juga harus menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan kita. Dengan buku kita bisa melihat sisi lain dari dunia kita ini yang ternyata sangat bermacam-macam bentuknya. Membuat kita bisa mengetahui apa yang sebelumnya tidak kita ketahui.


Beberapa sifat buku yang menurut saya patut menjadi alasan untuk kita mencintainya adalah pertama, karena buku selalu up to date. Walaupun buku telah berumur puluhan bahkan ratusan tahun, tapi buku selalu menyimpan informasi yang akurat sebagai media untuk mengetahui data peradaban yang ada saat itu. Kedua, karena buku selalu kaya dengan imajnasi. Membayangkan apa yang tertulis di buku membuat kita seperti membangun imajinasi versi pikiran kita sendiri. Mengajak diri kita untuk berkreasi dengan menenggelamkan diri dalam alur atau setting yang terdapat dalam buku. Itu menjadikan kita belajar untuk mengerti dunia lain yang sebelumnya tak pernah terpikir oleh kita. Dan ketiga, dengan membaca buku dapat membuat kita tergerak untuk menulis. Mendeskripsikan sesuatu hal menurut kacamata kita sendiri. Menulis membuat kita bebas menciptakan dunia yang ingin kita bangun. Kita bisa mengungkapkan apa yang kita rasakan. Dan menulis adalah sarana yang paling efektif dalam mengungkapkan perasaan. Juga bisa menawarkan pemikiran baru pada orang lain.


Buya Hamka, seorang penulis dan ulama besar Indonesia pernah berkata kepada muridnya :

“Cobalah tulis dari hatimu dahulu. Tangkap ide yang berkelebat agar tak segera lenyap. Alirkan apa saja emosi dan pikiran yang ada di benak dan hatimu. Biarkan ia mengalir sebebas-bebasnya hingga mencapai keutuhan dan garis besar tulisan. Setelah itu barulah kumpulkan serta siapkan data-data pendukung dalam tulisanmu agar ia lebih berbobot dan argumentatif.”


Membaca adalah salah satu modal kita untuk semakin bisa mencintai ilmu.


Imam Ali berkata : “Tubuh kita ini selalu melewati enam keadaan : sehat, sakit, mati, hidup tidur, dan bangun. Hidupnya hati adalah berkat bertambahnya ilmu, dan matinya adalah akibat ketiadaan ilmu. Sehatnya hati adalah berkata keyakinan, sakitnya adalah keraguan. Tidurnya hati adalah kelalaian, dan bangunnya hati berasal dari dzikir yang dilakukan.”


Membaca tidak mengenal usia dan waktu. Tidak ada istilah berhanti untuk menggali ilmu. Seandainyapun kita diberitahukan bahwa besok akan mati, maka kita harus tetap terus belajar.


Kunci agar kita selalu mau belajar adalah jangan pernah menganggap diri kita selalu pintar. Anggaplah diri kita selalu kurang. Sehingga, kita akan selalu haus akan ilmu pengetahuan. Ingatlah, bahwa setiap hari ilmu di dunia akan selalu bertambah dan berubah mengikuti perkembangan jaman.

“Ketahuilah, sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup.” (QS. Al-Alaq : 6-7)


Dengan banyak belajar, maka kita bisa membedakan mana yang baik untuk kita ikuti dan mana yang tidak semestinya kita jalani.

Dan bukankah Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat? Maka tak ada alasan lagi bagi kita sebagai umat muslim untuk terus menerus berusaha mencari ilmu yang bermanfaat dengan sebanyak-banyaknya.


“Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang. Karena itu, keungggulan bukanlah suatu perbuatan melainkan sebuah kebiasaan. (Aristoteles)


Dari Mua’adz bin Jabal r.a, ia berkata : “Pelajarilah ilmu, karena mempelajarinya adalah kebaikan, mencarinya adalah ibadah, mengingatnya adalah tasbih, mendalaminya adalah jihad, mengerjakannya kepada orang yang belum mengerti adalah sedekah, mengingatkannya kepada orang yang sudah mengerti adalah taqqarub. Ilmu adalah teman di waktu sepi, kawan dalam pengasingan, penunjuk jalan kesenangan, penolong dalam kesulitan, hiasan di tengah-tengah kawan, dan senjata dalam menghadapi musuh. Ilmu dapat menghidupkan hati dari kebodohan, pelita dari kegelapan, kekuatan dari segala kelemahan, sarana untuk mencapai derajat orang-orang yang baik sewaktu hidup di dunia maupun di akhirat. Ilmu merupakan pemimpin dan amal adalah pengikutnya.”

Maka, teruslah menjalin persahabatan yang erat dengan buku. Rasakan kehadiran mereka sebagai jendela untuk kita melihat masa depan di hadapan. Jadikan keberadaan mereka sebagai jembatan untuk kita berusaha menjadi makhluk Allah yang mencintai ilmu.

Wallahu’alam bish-shawab.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

regards,

widhie

Posted in PERPUSTAKAAN | Leave a Comment »

Membaca Itu Keren…!!

Posted by JASMANSYAH pada Agustus 11, 2008

Membaca Itu Keren…!!

Oleh : Dani Ardiansyah

Membaca itu keren, cool, oke. Jadi kalo kamu mau dianggap remaja yang aptudet, nggak ketinggalan jaman, bukan remaja kuper apalagi gaptek, kamu bisa coba cara tersebut. Gimana nggak keren? Sementara banyak diantara remaja seusia kita yang lebih memilih menghabiskan waktunya dengan ngeceng di mall, dengan adu balap motor di jalan raya, atau pamer-pamer gaya hidup yang jet zet tanpa mikir pantas apa nggak. Kita dengan santainya melalap ilmu dengan cara yang menyenangkan, nggak perlu nguras kantong, apalagi nyusahin orang lain. Kita dapat menjadi keren dimanapun kita berada. Mau tau gimana caranya? Ya, membaca. Dengan cara yang menyenangkan, kita jadi tau tentang banyak hal yang belum tentu diketahui oleh banyak orang. Kita bisa menjadi orang-orang yang istimewa di antara orang-orang yang biasa. Dengan kata lain, kita bisa menjadi apa saja dengan membaca.

Ketika Rasulullah mendapatkan wahyu pertama dari Allah swt, melalui perantara malaikat Jibril, kegiatan inilah yang paling pertama di seru. Bahkan, hingga tiga kali seruan itu disampaikan oleh malaikat Jibril. Membaca. Iqra! Iqra! Iqra! Dapat dikatakan bahwa membaca adalah sebuah langkah awal untuk memperluas wawasan, informasi dan mempelajari betapa luasnya ilmu Allah yang dapat kita pelajari.

Membaca adalah kunci ilmu. Sebagaimana yang diperintahkan oleh wahyu pertama kali kepada Rasulullah SAW, menjadi bukti yang jelas bagi kita tentang betapa pentingnya membaca. Ayat yang pertama kali diturunkan oleh Allah Subhannahu wa Ta’ala kepada Nabi Muhammad SAW, yakni;

“Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dengan segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Paling Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam.” (QS. al-’Alaq:1-4)

Bayangin deh!, sebegitu pentingnya kegiatan ini, hingga Rasulullah SAW memberitahukan bahwa mencari ilmu adalah merupakan kewajiban bagi setiap muslim. (HR Ibnu Majah dengan sanad dhaif, dihasankan sebagian ahli hadits dan yang lain menshahihkan). Nah, dari hal tersebut, maka nggak ada lagi keraguan bagi semua orang termasuk kita, untuk selalu menambah wawasan, ilmu dan pengetahuan, kapanpun dan dimanapun kita berada dengan cara yang paling jitu. Ayo baca!!

Hasil keren dari membaca

Nah sobat, kalo kamu masih penasaran dengan hasil yang bisa kita dapetin dari kegiatan ini, coba kita perhatiin deh sekelumit manfaat yang bisa kita rasakan setelah kamu membaca tentang banyak hal:

  • Membaca –termasuk saudara kembarnya; menulis- merupakan kunci ilmu.
  • Membaca dapat menjadi cara yang paling tepat untuk dapat mengenal Allah Subhannahu wa Ta’ala, beribadah kepada-Nya, taat kepada-Nya dan Rasul-Nya.
  • Kita bisa tahu sejarah keadaan umat-umat yang terdahulu dan dapat mengambil manfaat dari mereka.
  • Kita bisa tahu hal-hal yang bermanfaat dan yang berbahaya di dalam kehidupan ini.
  • Dengan membaca, kita bisa mendapat pahala yang besar dan balasan yang banyak, apalagi kalo yang dibaca adalah Kitabullah atau buku-buku yang bermanfaat, yang nunjukin kita kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan.
  • Mengangkat derajat kehidupan kita menjadi lebih terhormat, seperti yang di janjikan Allah; “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. 58:11)

Wew…so, buat kamu-kamu yang sampe sekarang masih ogah-ogahan buka buku, yang lebih sering main games daripada baca buku, kayaknya sekarang kudu mengubah pola itu deh, karena salah satu kunci dari pencarian ilmu, adalah dengan cara membaca. Dengan membaca pula kita bisa jadi tahu siapa sih sebenarnya diri kita, apa saja yang ada dalam diri kita, hal-hal apa saja yang kita butuhkan, dan lain-lain. Karena sebelum kita mencoba mengenali Allah (ma’rifatullah) kita harus terlebih dulu memahami diri kita sendiri “Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa Rabbahu” (Barang siapa mengenal dirinya, niscaya ia mengenal Tuhannya).

Posted in PERPUSTAKAAN | Leave a Comment »

KUMPULAN KUTIPAN TTG BUKU

Posted by JASMANSYAH pada Agustus 11, 2008

Kumpulan quote-quote tentang buku berikut ini saya dapatkan dari mailing list alumni kampus. Saya rapikan dan ditambahkan link Wikipedia.

Buku adalah pengusung peradaban. Tanpa buku sejarah diam, sastra bungkam, sains lumpuh, pemikiran macet. Buku adalah mesin perubahan, jendela dunia, “mercu suar” seperti kata seorang penyair, “yang dipancangkan di samudera waktu”. [Barbara Tuchman, 1989]

Buku adalah jendela. Sukma kita melihat dunia luar lewat jendela ini. Rumah tanpa buku bagaikan ruangan tak berjendela. [Henry Ward Beecher, 1870]

Buku itu seperti taman, Yang bisa dimasukkan ke dalam kantong. [Pepatah Tiongkok]

Buku adalah benda luar biasa. Buku itu seperti taman indah penuh dengan bunga aneka-warna, seperti permadani terbang yang sanggup melayangkan kita ke negeri-negeri tak dikenal sebelumnya. [Frank Gruber, 1944]

Buku menghirup udara dan menghembuskan minyak wangi. [Eugene Field, 1896]

Buku harus menjadi kampak untuk menghancurkan lautan beku di dalam diri kita. [Franz Kafka, 1883-1924, cerpenis dan novelis Austria]

Tanpa buku Tuhan diam, keadilan terbenam, sains alam macet, sastra bisu, dan seluruhnya dirundung kegelapan. [Thomas V. Bartholin, 1672]

Buku adalah teman paling pendiam dan selalu siap di tempat. Penasihat yang paling mudah ditemui dan paling bijaksana, serta guru yang luar biasa sabar. [Charles W. Eliot, 1896]

Saya tidak membaca buku; Saya berbicara dengan pengarangnya. [Elbert Hubbard, 1927]

Buku berfikir untuk saya. [Charles Lamb]

Buku itu cermin, kalau keledai bercermin disitu, tak akan muncul wajah ulama. [G.C. Lichtenberg]

Buku sebenarnya bukanlah yang kita baca, tapi buku yang membaca kita. [W.H. Auden, 1973]

Wanita piaraan saya, buku. [S.J. Adair Fitzgerald]

Kalau ada uang sedikit, saya beli buku, kalau masih ada sisanya, saya beli makanan dan pakaian. [Desiderius Erasmus]

Biarlah saya jadi orang miskin, tinggal di gubuk tapi punya buku banyak daripada jadi raja tapi tak suka membaca. [Thomas B. Macaulay, 1876]

Banyak orang seperti saya. Orang yang perlu buku, seperti mereka perlu udara. [Richard Marek, 1987]

Saya tak bisa hidup tanpa buku. [Thomas Jefferson, 1815]

Duduk sendirian di bawah sinar lampu, buku terkembang di depan, bercakap-cakap secara akrab dengan manusia dari generasi yang tak tampak. Sungguh suatu kenikmatan yang tak bertara. [Yoshida Kenko, 1688]

Kebiasaan membaca itu satu-satunya kenikmatan yang murni ketika kenikmatan lain pudar, kenikmatan membaca tetap bertahan. [Anthony Trollope]

Orang mana bisa tahu tentang waktu yang dihabiskan dan susah payahnya belajar membaca (buku)? Saya sudah 80 tahun berusaha, belum juga mencapai tujuan. [Goethe]

Seseorang kehilangan kontak dengan kenyataan bila tidak dikelilingi buku-bukunya. [Francois Mitterand, Presiden Prancis, 1982]

Seperti daging untuk jasmani, begitulah bacaan untuk jiwa. [Seneca]

Membaca buku bagus seperti bercakap-cakap dengan orang hebat dari abad-abad terdahulu. [Rene Descartes, 1617]

Orang dapat memperoleh pendidikan kelas atas dari rak buku sepanjang lima kaki. [Charles William Eliot, Rektor Universitas Harvard]

Universitas sejati hari ini adalah sebuah kumpulan buku. [Thomas Carlyle]

Posted in PERPUSTAKAAN | Leave a Comment »

IPS SEDERHANA PENULISAN ARTIKEL NONFIKSI

Posted by JASMANSYAH pada Agustus 11, 2008

TIPS SEDERHANA PENULISAN ARTIKEL NONFIKSI PDF Print E-mail
Bagi saya pribadi, menulis artikel nonfiksi justru lebih mudah ketimbang fiksi (cerpen, novel, dst). Entah kenapa, saya sendiri tidak tahu. Tapi walau begitu, saya ingin menjadi penulis fiksi dan nonfiksi sekaligus, karena keduanya punya keunggulan masing-masing.Untuk artikel nonfiksi, menurut saya, kiat dasarnya cukup sederhana. Kita hanya membutuhkan “bahan dasar” sebagai berikut:

1. Ide
2. Berpikir sistematis
3. Data (ini cukup relatif, karena ada juga artikel yang bisa ditulis tanpa harus mencari data)
4. Fokus pada masalah. Jangan suka melebarkan topik ke mana-mana.
5. Satu alinea = satu ide.

Jika kelima poin ini sudah kita miliki, maka Insya Allah, menulis nonfiksi bisa menjadi pekerjaan yang sangat mudah.

Untuk lebih jelasnya, mari kita pelajari contoh sederhana ini.

1. Ide

Ide itu ada di mana-mana. Kali ini, kita mengambil contoh ide yang sederhana saja, yakni: “saya ingin membaca buku sebanyak-banyaknya, tapi saya tidak punya waktu dan tidak punya uang untuk membeli buku yang banyak.”

Nah, ini adalah ide yang cukup bagus dan bisa kita angkat menjadi sebuah tulisan. Di dalam ide ini terdapat sebuah masalah yang dapat kita kembangkan nantinya.

2. Berpikir sistematis

Setelah idenya ketemu, saatnya kita berpikir sistematis. Menurut saya, berpikir sistematis ini penting sekali. Salah satu kegagalan para penulis pemula adalah: mereka belum terbiasa berpikir secara sistematis. Akibatnya, mereka punya ide, tapi bingung harus mulai dari mana, bagaimaan cara mengembangkannya, dan seterusnya. Karena itu, kalau kita ingin jadi seorang penulis nonfiksi yang berhasil, cobalah mulai berlatih berpikir sistematis. Begitu ada ide, kita analisis dia secara runut, poin per poin, langkah demi langkah.

Dari contoh di atas, mari kita coba mengembangkannya berdasarkan pemikiran yang sistematis:

1. Saya berpendapat bahwa membaca itu sangat penting. Karena itu, saya harus membaca buku sebanyak-banyaknya. Tapi saya punya kendala nih.
2. Kendala #01: Saya tak punya waktu yang banyak. Saya kan sibuk, banyak kerjaan, dst…
3. Kendala #02: Uang saya terbatas, sehingga saya tidak bisa membeli buku yang banyak.
4. Alternatif pemecahan masalah:
1. Pinjam di perpustakaan.
2. Pinjam buku ke teman. Perluas pergaulan sehingga makin banyak teman yang bisa meminjamkan buku.
3. Membaca ketika dalam perjalanan.
4. Membaca di sela-sela tugas kantor.
5. Sering-sering browsing di internet.
6. Dan seterusnya.
5. Pembahasan terhadap “alternatif pemecahan masalah”:
1. Tentang pinjam di perpustakaan: Wah, tidak bisa! Saya juga tak punya waktu untuk minjam ke perpustakaan. Lagipula, saya seringkali belum membaca bukunya, padahal sudah saatnya dikembalikan lagi.
2. Tentang pinjam ke teman: wah, teman saya sedikit. Saya kan orangnya kuper.
3. Dan seterusnya…
6. Pemecahan masalah secara menyeluruh.
7. Kesimpulan

Nah, dari sistem berpikir sistematis tersebut, kita sudah menemukan KERANGKA KARANGAN. Ya, kerangka karangan ini sangat penting, karena dari sini kita bisa mengembangkan tulisan. Kerangka tulisan ini bisa kita tulis di kertas, atau cukup disimpan di kepala saja. Terserah kita memilih yang mana, tergantung kebiasaan dan kemampuan masing-masing.

3. Data

Alangkah bagusnya jika tulisan ini kita lengkapi dengan data pendukung. Misalnya: berapa koleksi buku yang telah saya miliki, berapa rata-rata harga buku. Dari total penghasilan saya, berapa rupiah yang dapat saya sisihkan untuk membeli buku. Dan seterusnya. Data ini akan membuat tulisan kita lebih “kaya”.

4. Fokus. Jangan melebarkan topik

Nah, ini adalah masalah yang seringkali tidak kita sadari ketika menulis. Sebab, kita merasa bahwa apa yang kita tulis masih berhubungan dengan tema utamanya, padahal sebenarnya tidak terlalu berhubungan, dan tidak perlu dibahas.

Misalnya begini:
Ketika menulis tentang ide di atas (kendala saya dalam membaca buku), kita tanpa sadar membahas tentang “gerakan gemar membaca yang dicanangkan pemerintah.” Kita uraikan tema ini panjang lebar, ditambah berbagai data penunjang.

Hm, kalau tema ini dibahas sekilas saja, mungkin tidak terlalu masalah, karena justru bisa menjadi penguat argumen kita bahwa membaca itu memang sangat penting. Dan memang, tema “gerakan gemar membaca” ini masih berkaitan erat dengan ide yang sedang kita tulis. Masalahnya adalah, jika kita mulai membahas tema tambahan ini secara panjang lebar, tulisan kita menjadi tidak fokus lagi. Di dalamnya sudah ada dua tema besar yang sama-sama kuat. Dan pembaca nantinya akan bingung, “si penulis ini sebenarnya sedang membahas apa, sih?”

5. Satu ide dalam satu alinea/paragraf

Ini sebenarnya sudah kita ketahui bersama, karena sudah diajarkan dalam pelajaran Bahasa Indonesia sejak SD. Tapi mungkin kita sudah lupa atau kurang membiasakan diri.

Untuk jadi penulis yang baik, menaati asas “satu ide satu alinea” itu sangat penting, dan sangat membantu kita untuk bisa fokus pada ide utama tulisan, untuk membuat tulisan yang sistematis. Kalau asas ini kita langgar, bisa saja idenya berloncatan dari sana ke mari. Ide A sudah dibahas di alinea 1, eh.. dibahas lagi di alinea 7. Ide B dibahas bersama ide A di alinea 1, lalu ide B muncul lagi di alinea 9. Demikian seterusnya. Kan jadi mumet membacanya!

Untuk membuat tulisan yang menaati rumus “satu alinea = satu ide”, sebenarnya sangat mudah, dan juga sudah kita dapatkan dalam pelajaran Bahasa Indonesia ketika SD dulu. Caranya: Buatlah satu kalimat sebagai kalimat pokok. Lalu buat kalimat-kalimat lainnya sebagai penjelasan atau pengembangan dari kalimat pokok ini.

Contoh:

Membaca buku adalah pekerjaan wajib bagi setiap penulis. Tanpa membaca, tulisan mereka akan kering, tidak kaya karena miskin referensi. Semakin banyak membaca buku, maka semakin banyak bahan atau ide yang didapatkan oleh si penulis.

Kalimat pokok pada alinea di atas adalah “Membaca buku adalah pekerjaan wajib bagi setiap penulis.” Selebihnya hanyalah penjelasan atau pengembangannya.

Berikut adalah contoh alinea yang jelek karena di dalamnya terdapat lebih dari satu ide.

Membaca buku adalah pekerjaan wajib bagi setiap penulis. Selain itu, penulis juga harus pintar-pintar mencari inspirasi. Inspirasi itu datangnya bisa dari mana saja. Dengan membaca, penulis akan mendapat inspirasi yang banyak. Kalau inspirasi Anda sedang macet, cobalah berdiskusi dengan teman-teman Anda.

Coba Anda perhatikan. Alinea ini sangat tidak fokus pada satu ide, dan terkesan seperti ringkasan deri sebuah tulisan yang panjang. Hindarilah teknik penulisan yang seperti itu.

* * *

Nah, menurut saya, inilah tips utama dalam menulis karya nonfiksi. Selanjutnya, yang dibutuhkan hanyalah latihan dan penambahan jam terbang.

Ok deh, semoga bermanfaat dan maaf bila tidak berkenan.

(source : www.penulislepas.com)

Posted in PERPUSTAKAAN | Leave a Comment »

Jadikan Buku sebagai Kawan Anda !!!!

Posted by JASMANSYAH pada Agustus 11, 2008

Jadikan Buku sebagai Kawan Anda !!!! Jun 24, ’08 11:36 PM
for everyone

Assalaamu’alaikum wr.wb

Apakah anda ingin membuka tirai atau jendela dunia ???? maka bacalah buku !!!! dengan membaca buku jendela dunia akan terbuka lebar di hadapan kita dan akan membawa dunia ini dekat dengan kita. Ada pepatah mengatakan “Buku adalah gudang ilmu, membaca adalah kuncinya. Buku adalah jendela dunia.”. Pepatah ini rasanya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Pepatah yang tak pernah usang oleh waktu. Dan ini saya yakini dengan sepenuh hati. Tentu saja, karena buku harus menjadi sahabat dalam hidup kita. Buku juga harus menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan kita. Dengan buku kita bisa melihat sisi lain dari dunia kita ini yang ternyata sangat bermacam-macam bentuknya. Membuat kita bisa mengetahui apa yang sebelumnya tidak kita ketahui.

Mengapa kita harus berkawan atau mencintai buku ??? yang pasti ada suatu alasan yang mendasari seseorang mencintai sebuah buku. Diantara alasan mengapa saya mencintai buku dikarenakan, Pertama, Buku selalu mengeluarkan hal-hal yang baru atau istilahnya up to date. Kedua, Buku kaya akan imajinasi-imajinasi. Dengan Membayangkan apa yang tertulis di buku membuat kita seperti membangun imajinasi versi pikiran kita sendiri. Mengajak diri kita untuk berkreasi dengan menenggelamkan diri dalam alur atau setting yang terdapat dalam buku. Itu menjadikan kita belajar untuk mengerti dunia lain yang sebelumnya tak pernah terpikir oleh kita. Ketiga, Dengan membaca buku kita akan tergerak untuk menuliskan kembali hal-hal yang berhubungan dengan buku tersebut bahkan akan menyempurnakan buku yang telah kita baca tersebut.

Mari kita bersahabat dan mencintai buku. Rasakan kehadiran mereka sebagai jendela untuk kita melihat masa depan di hadapan. Jadikan keberadaan mereka sebagai jembatan untuk kita berusaha menjadi makhluk Allah yang mencintai ilmu. Dibawah ini akan saya kutipkan beberapa nasehat dari para ulama dan para sahabat tentang keutamaan sebuah Ilmu sehingga akan terdorong hati kita dalam mencari Ilmu.

Buya Hamka, seorang penulis dan ulama besar Indonesia pernah berkata kepada muridnya :

Cobalah tulis dari hatimu dahulu. Tangkap ide yang berkelebat agar tak segera lenyap. Alirkan apa saja emosi dan pikiran yang ada di benak dan hatimu. Biarkan ia mengalir sebebas-bebasnya hingga mencapai keutuhan dan garis besar tulisan. Setelah itu barulah kumpulkan serta siapkan data-data pendukung dalam tulisanmu agar ia lebih berbobot dan argumentatif.


Imam Ali berkata : “Tubuh kita ini selalu melewati enam keadaan : sehat, sakit, mati, hidup tidur, dan bangun. Hidupnya hati adalah berkat bertambahnya ilmu, dan matinya adalah akibat ketiadaan ilmu. Sehatnya hati adalah berkata keyakinan, sakitnya adalah keraguan. Tidurnya hati adalah kelalaian, dan bangunnya hati berasal dari dzikir yang dilakukan.”

Dari Mua’adz bin Jabal r.a, ia berkata : “Pelajarilah ilmu, karena mempelajarinya adalah kebaikan, mencarinya adalah ibadah, mengingatnya adalah tasbih, mendalaminya adalah jihad, mengerjakannya kepada orang yang belum mengerti adalah sedekah, mengingatkannya kepada orang yang sudah mengerti adalah taqqarub. Ilmu adalah teman di waktu sepi, kawan dalam pengasingan, penunjuk jalan kesenangan, penolong dalam kesulitan, hiasan di tengah-tengah kawan, dan senjata dalam menghadapi musuh. Ilmu dapat menghidupkan hati dari kebodohan, pelita dari kegelapan, kekuatan dari segala kelemahan, sarana untuk mencapai derajat orang-orang yang baik sewaktu hidup di dunia maupun di akhirat. Ilmu merupakan pemimpin dan amal adalah pengikutnya.

Semoga hati kita tergerak untuk dapat mencintai Ilmu dengan cara membaca dan bersahabat dengan buku. Semoga bermanfaat bagi kita semua. amien…..



Wassalam wr.wb

Posted in PERPUSTAKAAN | Leave a Comment »