JASMANSYAH

Media Shilaturrahmi, berbagi informasi & Ilmu

Archive for September, 2008

GUBERNUR NTB 2008-2013 (KH.M. ZAINUL MAJDI, MA.)

Posted by JASMANSYAH pada September 30, 2008

Posted in GALERY FHOTO | 3 Comments »

BERITA GUBERNUR BARU TG. BAJANG

Posted by JASMANSYAH pada September 25, 2008

Image

Gubernur NTB
M. Zainul Majdi

Laporan Diserahkan Usai Penandatanganan MoU, 15 Oktober

MATARAM—Komitmen Gubernur NTB KH M Zainul Majdi dan Wagub H Badrul Munir untuk membersihkan birokrasi Pemprov NTB dari koruptor segera terwujud.
Gubernur akan melaporkan sejumlah pejabat yang terindikasi melakukan penyelewengan anggaran daerah.
Laporan akan disampaikan ke kejaksaan tanggal 15 Oktober mendatang.
Indikasi adanya pejabat korup ini diperoleh gubernur dari laporan Inspektorat Daerah NTB tentang penggunaan anggaran.

‘’Kami sudah menerima datanya dari inspektorat. Yang terindikasi kasus korupsi akan kami serahkan ke kejaksaan,’’ kata Wagub NTB H Badrul Munir kepada wartawan usai bertemu Kepala BPK NTB, perwakilan Polda NTB, dan Kajati NTB, kemarin (24/9).
Menurut wagub, dari hasil rekap kasus yang dilakukan inspektorat, ditemukan beberapa bentuk pelanggaran pengelolaan keuangan daerah. Beberapa di antaranya dapat diselesaikan secara administrasi. Namun beberapa kasus lainnya dinilai wagub harus diselesaikan melalui mekanisme hukum.
Dugaan penyelewengan anggaran ini akan dilaporkan ke kejaksaan untuk diproses lebih lanjut. Jika dianggap terbukti menyimpang, wagub berharap kejaksaan memrosesnya hingga tuntas.
Penyerahan daftar dugaan penyimpangan keuangan daerah dilakukan usai penandatanganan MoU penanggulangan tindak pidana korupsi (tipikor) antara gubernur, BPK, kejaksaan, dan kepolisian yang dijadwalkan 15 Oktober mendatang.
Penandatanganan MoU akan dihadiri Sekretaris Wapres termasuk para bupati/wali kota se NTB. Acara itu akan menjadi titik tolak pemberantasan korupsi di semua daerah di NTB.
‘’Kami tidak akan melindungi siapa saja yang melakukan korupsi, termasuk birokrat sekalipun,’’ ujarnya.
Sayangnya, wagub tidak menjelaskan lebih lanjut siapa saja di antara anak buahnya yang terindikasi melakukan korupsi.
‘’Ada kasus yang lama dan ada kasus yang baru. Semua itu kita akan serahkan ke kejaksaan,’’ ujarnya.
Menyinggung soal pertemuan antara wagub, Kepala BPK NTB, pihak Polda NTB, dan Kejaksaan Tinggi NTB, kemarin, wagub mengatakan, pertemuan tersebut khusus membahas rencana penandatanganan MoU pemberantasan tindak pidana korupsi di NTB.
Dibahas juga rencana sosialisasi terhadap penanggulangan korupsi, termasuk penanganan terhadap kasus-kasus korupsi yang terjadi di birokrasi.(ms)

Sumber: Lombok pos

Posted in BERITA UPDATE | 2 Comments »

GUBENUR NTB 2008-2013 AKAN DILANTIK 15 SEPTEMBER 2008

Posted by JASMANSYAH pada September 13, 2008

INILAH.COM, Mataram – Pelatikan gubernur terpilih NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi yang berpasangan dengan Baderul Munir dipastikan dilakukan pada 15 September 2008.
“Pihak Menteri Dalam Negeri telah menjadwalkan acara pelatikan pada 15 September karena SK Gubernur terpilih akan ditandatangani Presiden Jumat (12/9),” kata Kabag Humas DPRD NTB, Muhdip SH.MM kepada wartawan di Mataram, Kamis.
Setelah mengikuti rapat pemantapan persiapan pelantikan gubernur terpilih yang dipimpin Sekretaris Dewan (Sekwan), Drs. M. Hamzah, Muhdip mengatakan, ketika rapat berlangsung, staf Mendagri, A. Sunan menelepon Sekwan yang memberitahukan bahwa pelatikan Gubernur NTB periode 2008-2013 akan dilakukan pada 15 September 2008.
Sekwan sempat menawarkan agar pelantikan dilakukan 17 September namun ditolak karena Mendagri punya waktu pada 15 September, setelah itu Mendagri akan mendampingi Presiden ke luar negeri.
Dia menjelaskan, persiapan pelatikan kini baru mencapai 50 persen termasuk pembuatan undangan yang jumlahnya sekitar 3.000 undangan.
Pihaknya juga berencana mengundang semua gubernur di Indonesia dan seluruh mantan Gubernur NTB.
Menyinggung dana pelatikan, Muhdip menjelaskan, dana pelatikan sama sekali belum ada sebab dari sekitar Rp600 juta yang diusulkan untuk biaya pelatikan, hingga kini belum disetujui.
“Seharusnya pelantikan dilakukan 1 September karena masa jabatan gubernur yang lama Drs. H. Lalu Serinata berakhir pada 31 Agustus 2008, namun karena ada proses hukum di MA, maka terpaksa ditunda,” katanya.
Pada Pilkada NTB yang berlangsung 7 Juli 2008, pasangan Zainul Majdi/Baderul Munir mengungguli tiga pasangan calon lainnyadalam perolehan suara yakni Drs. H. Lalu Serinata/H. Husni Jibril, Nanang Samodra/M. Jabir dan Zaini Arony/Nurdin Manggabarani.

“Pihak yang kalah mengajukan gugatan kepada MA karena tidak puas dengan hasil perhitungan suara yang dimenangi pasangan Tuan Guru Bajang/Baderul Munir dan MA memutuskan Zainul/Baderul sebagai pemenang Pikada,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD NTB, Drs. H. Ali Ahmad mengatakan, pihaknya tidak mempermasalhakan kapan gubernur terpilih dilantik yang penting tidak ada masalah politik lagi terkait Pilkada ini pasca pelantikan.
“Namun kita berharap pelatikan gubernur/wagub terpilih lebih cepat lebih baik karena masyarakat sudah menunggu untuk menyaksikan bagaimana NTB dipimpin oleh serang tokoh agama,” katanya.

Posted in BERITA UPDATE | Leave a Comment »

Rp. 2 juta Gaji Minimal Guru Berlaku Mulai Tahun 2009

Posted by JASMANSYAH pada September 12, 2008

Rabu, 10 September 2008 | 01:01 WIB

Jakarta, Kompas – Untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan guru dan dosen negeri, pemerintah mulai tahun 2009 meningkatkan penghasilan guru dan dosen golongan terendah minimal Rp 2 juta per bulan. Penghasilan tersebut belum termasuk dengan kenaikan kesejahteraan yang berkisar 14-15 persen dari gaji pokok.

Adapun untuk guru non-negeri yang terdaftar di Departemen Pendidikan Nasional maupun di Departemen Agama, pemerintah memberikan kenaikan subsidi tunjangan dengan besaran yang berbeda sesuai dengan tingkat pendidikannya. Bagi guru non- sarjana mendapat tambahan tunjangan Rp 50.000 per bulan. Sebaliknya, guru yang strata 1 (S-1) mendapat tunjangan Rp 100.000 per bulan.

Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan hal itu seusai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (9/9).

Dalam rapat terbatas tersebut hadir Wapres M Jusuf Kalla, Menteri Agama Maftuh Basyuni, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, serta Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta.

”Dengan tambahan anggaran pendidikan Rp 46,15 triliun, ada tambahan yang difokuskan bagi kesejahteraan guru dan dosen di Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama sampai 27 persen. Oleh sebab itu, gaji guru negeri di berbagai jenjang taman kanak-kanak (TK), SD, dan SMP minimal Rp 2 juta,” tutur Bambang.

Menurut Bambang, lebih dari 50 persen tambahan anggara pendidikan diperuntukkan bagi program penuntasan wajib belajar sembilan tahun. Sisanya, tambah Bambang, untuk meningkatkan tunjangan bagi kesejahteraan para peneliti dan perekayasa yang hasil karyanya telah dipublikasikan di jurnal.

Sementara itu, Menteri Agama Maftuh Basyuni mengatakan, dari tambahan anggaran pendidikan Rp 46,15 triliun, Departemen Agama mendapat tambahan Rp 10 triliun lebih. Penambahan anggaran ini di antaranya akan dimanfaatkan untuk penambahan guru madrasah dan rehabilitas sekolah.

Diskriminatif

Secara terpisah, Ketua Umum Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Suparman mengatakan, jika kenaikan gaji guru hingga minimal Rp 2 juta untuk golongan terendah hanya diprioritaskan bagi guru pegawai negeri sipil (PNS), kebijakan itu dinilai diskriminatif. Kebijakan yang semata-mata memprioritaskan guru PNS tersebut dinilai sebagai janji-janji manis dan umbar kebaikan pemerintah.

”Jika kebijakan itu untuk semua guru PNS dan non-PNS, baru bisa dibilang perubahan yang bagus,” ujarnya.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo menyambut baik komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru. ”Tetapi, yang dibutuhkan guru itu realisasinya, bukan janji-janji kosong. Banyak guru yang resah karena pembayaran tunjangan sertifikasi terhenti. Guru-guru yang sudah mengabdi puluhan tahun tidak jelas apa bisa menikmati tunjangan sertifikasi hanya karena belum S-1,” ujarnya. (HAE/ELN)

Sumber: Kompas

Posted in BERITA UPDATE | Leave a Comment »

KELUARGA BESARKOE

Posted by JASMANSYAH pada September 8, 2008

Posted in GALERY FHOTO | Leave a Comment »

Posted by JASMANSYAH pada September 6, 2008

Posted in GALERY FHOTO | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Posted by JASMANSYAH pada September 5, 2008

rpp-ing-xii-2008

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Tuan Guru Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid

Posted by JASMANSYAH pada September 2, 2008

Blog Entry Tuan Guru Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid Nov 16, ’07 3:11 AM
for everyone

Lombok adalah sebuah pulau di Nusantara yang berada di sebelah timur pulau Bali. Masuknya Islam ke Lombok sekitar abad ke-14 tidak jauh berbeda dengan daerah sekitarnya, seperti Makasar, Buton, Bone, Sumbawa, dan pulau-pulau lainnya di sekitar Nusa Tenggara. Menurut Raden Itarawan (1998), Islam masuk ke Lombok dibawa oleh Sunan Giri bersama dengan 44 pengikutnya ketika terdampar di desa Bayan yang penduduknya masih menganut paham animisme. Penyebaran Islam di Lombok ditandai oleh peninggalan Masjid “Belek” di Bayan.

Dari sinilah, Islam di Lombok terus berkembang sebagai agama yang dianut oleh masyarakat. Perkembangan Islam di Lombok seiring dengan kemunculan para penyebar Islam (juru dakwah) seperti apa yang penah diajarkan Sunan Giri untuk membebaskan masyarakat dari paham animisme menjadi masyarakat Muslim. Pada gilirannya, lahirlah sosok-sosok ulama Lombok pada awal abad ke-20 yang disebut Tuan Guru yang memiliki pengetahuan agama yang luas untuk meneruskan tradisi dakwah dari para pendahulunya yang telah meninggalkan warisan intelektual yang sangat berharga serta membebaskan masyarakat dari kebodohan dan keterbelakangan akibat kolonialisme Belanda.

Misi penyebaran Islam yang dulunya diwakili oleh para Wali Jawa diambil alih oleh Tuan Guru yang dibarengi pula pertumbuhan pondok pesantren yang menyedot banyak pengikut dari segala penjuru dan dari luar pulau Lombok. Perjuangan Tuan Guru diarahkan untuk mensucikan Islam dari unsur-unsur kepercayaan lain dengan menganjurkan kembali pada al-Qur’an dan Hadits sebagai sumber pedoman Islam yang utama (Erni Budiawanti (2000).

Dalam konteks ini, muncullah seorang ulama terkenal di Lombok, yakni Tuan Guru Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid yang dilahirkan di Kampung Bermi Pancor, Lombok Timur pada tanggal 17 Rabiul Awwal 1324 H/1906 M. Tuan Guru Haji Muhammad Zainuddin AM dibesarkan di tengah-tengah keluarga religius dan sangat dihormati masyarakat. Berdasarkan penelitian doktoral yang dilakukan Erni Budiawanti (2000), TGH Muhammad Zainuddin AM termasuk salah seorang ulama yang memiliki banyak pengikut di Bayan bersama tuan guru lainnya; yakni TGH Hazmi Azar dan TGH Safwan Hakim. Ayahnya, Tuan Guru Abdul Majid, merupakan tokoh agama dan tokoh maasyarakat yang sangat disegani, dihormati, dan kharismatik. Ayahnya juga dikenal sebagai tokoh pemberani yang pernah memimpin pertempuran melawan kaum penjajah Belanda, Jepang, serta melawan kerajaan Hindu Bali (Karangasem) yang menguasai daerah Lombok.

Sejak kecil, TGH Muhammad Zainuddin AM diakui sangat cerdas, jujur, pandai dan memiliki otak brilian. Tak mengherankan, jika Ayahnya menaruh perhatian yang khusus kepadanya yang diharapkan dapat melanjutkan kepemimpinan ayahnya sebagai tokoh masyarakat dan tokoh agama di Lombok. Pada usia 6 tahun, ia sudah fasih membaca al-Qur’an di bawah bimbingan ayahnya langsung. Pada masa inilah, ia memperdalam ilmu pengetahuan agama secara langsung dari beberapa ulama di sekitar Lombok, yakni TGH Syarafuddin di Pancor dan TGH Abdullah bin Amak Dujali Kelayu Lombok Timur. Di bawah ketiga ulama Lombok inilah, TGH Muhammad Zainuddin AM dibekali pengetahuan agama secara memadai untuk melanjutkan tradisi intelektual yang telah berkembang di Lombok.

Setelah mendapat pengetahuan agama dari ulama-ulama Lombok, TGH Muhammad Zainuddin AM dikirim ayahnya ke Mekah al-Mukarromah. Tepatnya pada usia 17 tahun, ia belajar kepada ulama-ulama Mekah tentang berbagai disiplim ilmu pengetahuan agama selama 12 tahun. Di Masjidil Haram lah, ia mula-mula belajar dengan mendapatkan guru-guru yang sudah ditentukan oleh ayahnya sendiri. Pada tahun 1928, ia melanjutkan studinya di Madrasah Ash-Shaulatiyah yang pada saat itu dipimpin oleh Syaikh Salim Rahmatullah putra Syaikh Rahmatullah, pendiri Madrasah Ash-Shaulatiyah. Madrasah ini adalah madrasah pertama di tanah suci yang banyak menghasilkan ulama-ulama besar. Di madrasah inilah, ia belajar berbagai ilmu pengetahuan agama dengan rajin di bawah bimbingan ulama-ulama terkemuka di kota suci Mekah.

Setelah menimba ilmu di Mekah, TGH Muhammad Zainuddin AM kembali kampung halamannya, Pancor, Lombok Timur untuk mengamalkan ilmu yang telah diperolehnya di Mekah sekaligus untuk mewujudkan obsesinya melanjutkan kepemimpinan orang tuanya sebagai tokoh agama yang akan menegakkan ajaran-ajaran agama. Langkah pertama yang dilakukannya adalah mendirikan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) pada tahun 1934. Madrasah ini khusus diperuntukkan bagi santri pria (Wildan, 1998). Pendirian madrasah ini bermula dari mengumpulkan para pemuda/remaja dalam bentuk halaqah atau majlis ta’lim. Inilah barangkali cikal bakal pendidikan agama di Nusantara selama berabad-abad.

Baru pada tanggal 15 Rabiul Akhir 1362 H/21 April 1943, TGH Muhammad Zainuddin AM mendirikan Madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI) yang dikhususkan kepada santri perempuan. Kedua madrasah ini merupakan madrasah pertama yang berdiri di Lombok. Pada gilirannya, kedua madrasah ini diabadikan menjadi nama Pondok Pesantren Darun Nahdlatain Nahdlatul Wathan (Wildan, 1998).

Hal ini tentu saja memberikan keyakinan intelektual betapa pesantren telah lama menjadi salah satu bentuk dari pendidikan agama yang pernah dimiliki oleh bangsa Indonesia sejak abad ke-13 atau sebelum datangnya penjajah Barat dari berbagai penjuru daerah, termasuk di Lombok. Pesantren sebagai sebuah lembaga pendidikan swasta sudah sejak lama mempunyai diversifikasi dalam berbagai cabang keilmuwan (Karel A. Steenbrink, 1986) Pendidkan

Jaringan Intelektual

TGH Muhammad Zainuddin AM memiliki jaringan intelektual yang luar biasa, terutama silsilah guru-guru yang didapatinya selama di Mekah al-Mukarromah. Jaringan ini mencerminkan betapa luasnya pengembaraan mencari ilmu dan matangnya keilmuwan TGH Muhammad Zainuddin AM. Silsilah keilmuwan yang diperolehnya tidak dalam satu mata rantai dalam setiap cabang keilmuwan, melainkan beberapa guru yang memiliki kemampuan dan pengetahuan agama yang luas.

Guru-guru yang mengajarkan al-Qur’an dan kitab melayu:

1. T.G.H. Abdul Majid

2. T.G.H. Syarafuddin Pancor Lombok Timur

3. T.G.H. Abdullah bin Amak Dujali Kelayu Lombok Timur

4. Al ‘Alim al-‘Allamah al-Syaik al-Kabir al-Arifubillah Maulana Syaikh Hasan Muhammad al-Mahsyat

5. Al ‘Alim al-‘Allamah al-Faqih Maulana al-Syaikh Umar Bajunaid al- Syafi’i

6. Al ‘Alim al-‘Allamah al-Faqih Maulana Syaikh Muhammad Syaid al-Yamani al-Syafi’i

7. Al ‘Allim al-‘Allamah al-Mutaffanin Sibawaihi Zanamihi Maulana Syaikh Ali al-Maliki

8. Maulana Syaikh Abu Bakar al-Falimbangi

9. Maulana Syaikh Hasan Jambi al-Syafi’i

10. Al ‘Allim al-‘Allamah al-Muffasir Maulana al-Syaikh Abdul Qadir al-Mandili al-Syafi’i

11. Al ‘Allim al-‘Allamah al-Shufi Maulana Syaikh Muhtar Betawi al-Syafi’i

12. Al ‘Allim al-‘Allamah al-Muhaddis Maulana Syaikh Umar Hamdan al Mihrasi al-Maliki

13. Al ‘Allim al- ‘Allamah al-Muhaddis Maulana Syaikh Abdul Qadir al-Syibli al-Hanafi

14. Al ‘Allim al-‘Allamah al-Adib al-Shufi Maulana Syaikh al-Syayid Muhammad Amin al-Kuthbi al-Hanafi

15. Al ‘Allim al-‘Allamah Maulana Syaikh Muhsin al-Musahwa al-Syafi’i

16. Al ‘Allim al-‘Allamah al-Falaqi Maulana Syaikh Khalifah al-Maliki

17. Al ‘Allim al-‘Allamah Maulana Syaikh Jamal al-Maliki

18. Maulana Syaikh al-Shahih Muhammad Shalih Mukhtar al-Makhdum al-Hanafi

19. Al-‘Allim al-‘Allamah al-Syafi’i Maulana Syaikh Mukhtar al-Makhdum Al Hanafi

20. Maulana Syaikh al-Syayid Ahmad Dahlan Sadakah al-Syafi’i

21. Maulana Syaikh Salim Cianjur al-Syafi’i

21. Al-‘Allim al-‘Allamah al-Muarrikh Maulana Syaikh Salim Rahmatullah al-Maliki

22. Maulana Syaikh Abdul Gani al-Maliki

23. Maulanasyaikh al-Syayid Muhammad Arabi al-Tubani al-Jasairi al-Maliki

24. Maulana Syaikh al-Faruq al-Maliki

25. Maulana Syaikh al-Wa’id al- Syaikh Abdullah al-Farisi

26. Maulana Syaikh Mala Musa

Guru Ilmu Tajwid, al-Qur’an dan Qiraat Sab’ah:

1. Al-Syaikh Jamal Mirdad (Imam dimakam Imam Hanafi di Masjidil Haram)

2. Al-Syaikh Umar Arba’in (Ahli Qur’an dan Qasidah yang sangat terkenal)

3. Al-Syaikh Abdul Latif Qari (Guru besar di Qiraat Sab’ah di Madrasah 4. Ashaulatiyah)

4. Al-Syaikh Muhammad Uba’id (kepala guru/Guru besar dalam bidang Tajwid dan Qiraat yang sangat terkenal di Makkah).

Ilmu Fiqih, Tasawuf, Tajwid, Usulul Fiqih dan Tafsir:

1. Al-‘Alamah ‘al-Syaihk Umar Bajunaid al-Syafi’i

2. Al-‘Alimul al-Alamah al-Syaikh Muhammad Said al-Yamani

3. Al-‘Alamah al-Syaikh Muhtar Betawi

4. Al-‘Alamah al-Syaihk Abdul Qadir al-Mandili (Murid Khusus dari al- ‘Allamah

5. Syaikh Ahmad Hamud Minangkabau Sumatera Barat)

6. Al-‘Alamah al-Faqih Abdul Hamid Abdur Rabb al-Yamani

7. Al-‘Mutaffanin al-‘Allamah al-Syayid Muhsin al-Musawa (Musisi Pendiri Darul Ulum al-Diniyah Makkah Mukarramah)

8. Al-‘Allamah al-Adib al-Syaikh Abdullah al-Lajahi al-Farisi (Pengarang Yang Sangat Terkenal)

Guru Ilmu Arud (Syair Bahasa Arab):

1. Al-‘Allim al-‘Allamah al-Syaikh Abdul Qani al-Qadli

2. Al-‘Allim al-‘Allamah al-Adib al-Sayyid Muhammad Amin al-Kutbi

Guru Ilmu Falak:

1. Maulana Syaihk Cianjur (Jawa Barat)

2. Al-‘Allim al-‘Allamah al-Falaki Maulana Syaikh Khalifah al-Makki

3. Al-‘Allim al-‘Allamah al-Sayyid Ahmad Dahlan Sadakah al-Syafi’i

Guru Ilmu Hadits, Mustalahul Hadits, Mustahul Tafsir, Ilmu Fara’id, Sirah (Tarikh) dan Berbagai Ilmu Alat (Nahu-Syaraf):

1. Al-‘Allamah al-Qabir Sibawaihi Zamanihi al-Syaikh al-Maliki

2. Al-‘Allamah al-Jalil Asyaikh Jamal al-Maliki

3. Al-‘Allim al-‘Allamah al-Kabir al-Muhaddist Maulana Syaihk Umar Hamdan al-Mihrazi al-Syafi’i

4. Al ‘Allimul ‘Allamah al-Kabir al-Muhaddist Maulana Syaikh Abdullah al-Buhari al-Syafii (Mufti Istanbul)

5. Maulanna Wamurabbi Abil Barokah al-‘Allim al-‘Allamah al-Ushuli al-Muhaddist al-Shufi al-‘Arifubillah Maulana Syaikh Hasan Muhammad al-Mahsyat al-Maliki

6. Al-‘Allim al-‘Allamah al-Shorfi Maulana Syaikh Muftar Makdum al-Hanafi

7. Al-‘Allim al-‘Allamah Maulana Syaikh al-Sayyid Muhsin al-Musawa

8. Al-‘Allim al-‘Allamah al-Adeb al-Shufi Maulana Shaihk al-Sayyid Muhammad Amin al-Kutbi al-Hanafi

9. Al-‘Allim al-‘Allamah al-Syaikh Umar al-Faruk al-Maliki

10. Al-‘Allim al-‘Allamah al-Kabier al-Syaikh Abdul Qadir al-Syalabi al-Hanafi

Guru Ilmu Arwad (Ahzab):

1. Al-‘Allim al-‘Allamah (Kyai Falaj) (Bogor Jawa Barat)

2. Maulana Syaihk Malla Musa al-Maqribi

Guru Khat (Kaligrafi):

1. Al-Khattah al-Syaikh Abdul Aziz Langkat

2. Al-Khattah al-Syaihk Dau al-Rumani al-Fhatani

3. Al-Khattah al-Syaihk Muhammad al-Ra’is al-Maliki

Dari semua guru TGH Muhammad Zainuddin AM, ada lima guru/ulama yang sangat berjasa dalam membimbing dan mendidiknya di Mekah: Syaikh Hasan Muhammad al-Mahsyat al-Maliki, Syaikh al-Sayyid Muhammad Amin al-Kutbi al-Hanafi, Syaikh Umar al-Faruk al-Maliki, dan Syaikh al-Sayyid Umar Hamdan al-Mihrasi al-Syafi’i.

Kiprah Sosial-Keagamaan

Melihat kondisi masyarakat Lombok yang masih terbelenggu oleh kebodohan dan keterbelakangan, TGH Muhammad Zainuddin AM merasa tertantang untuk membenahi masyarakatnya yang masih dalam jajahan Belanda, Jepang, Hindu Bali (Anak Agung Karangasem) melalui pencerdasan agama. Kepulangannya dari Mekah pada tahun 1934 ketika terjadi peperangan antara Raja Syarif Husein dengan Raja Abdul Aziz bin Abdurrahman sehingga ia kembali ke Lombok untuk membuka pengajian pemula untuk masyarakat dengan sistem halaqah (Abdul Hayyi Nu’man, 1998).

Pondok Pesantren yang didirikan diberi nama Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan (membela tanah air) sesuai dengan obsesinya untuk membela tanah air dari kaum penjajah. Dengan berbekal ilmu yang dimiliki, ia mampu tampil sebagai seorang ulama yang mempunyai kompetensi besar dalam membentuk kader ulama. jenjang pendidikan yang khusus untuk mencetak kader ulama diberi nama Ma’had Darul Qur’an Wal Hadits. Sebagai seorang Mujahid, TGH Muhammad Zainuddin AM berupaya melakukan inovasi untuk meningkatkan pengetahuan agama masyarakat. Itu sebabnya, ia membuat rintisan dengan memperkenalkan sistem madrasi dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran agama di NTB, membukan lembaga pendidikan khusus bagi wanita, mengadakan Syafatul Qubra, meciptakan hizib tarekat Nahdaltul Wathan, membuka sekolah umum di samping sekolah agama, menyususn nazham berbahasa Arab bercampur bahasa Indonesia.

Berikut ini kiprah sosial-keagamaan TGH Muhammad Zainuddin AM:

1. Pada tahun 1943 mendirikan Pesantren Al-Mujahidin

2. Pada tahun 1937 mendirikan Madrasah NWDI

3. Pada tahun 1943 mendirikan Madrasah NBDI

4. Pada tahun 1945 pelopor kemerdekaan RI untuk daerah Lombok

5. Pada tahun 1946 Pelopor Penggempuran Nica di Selong Lombok Timur

6. Pada tahun 1947/1948 menjadi Amirul Hajji dari negara Indonesia Timur

7. Pada tahun 1948/1949 Anggota delegasi Negara Indonesia Timur ke Saudi Arabia

8. Pada tahun 1950 Konsultan NU Sunda Kecil

9. Pada tahun 1952 Ketua badan penasehat Masyumi Daerah Lombok

10. Pada tahun 1953 Mendirikan organisasi Nahdlatul Wathan

11. Pada tahun 1953 Ketua Umum PBNW pertama

12. Pada tahun 1953 Merestui terbentuknnya NU dan PSII di Lombok

13. Pada tahun 1954 Merestui terbentuknya PERTI Cabang Lombok

14. Pada tahun 1955 Anggota Konstituante RI hasil Pemilu I 1955

15. Pada tahun 1964 Menjadi peserta KIAA (Konferensi Islam Asia Afrika) di Bandung

16. Pada tahun 1964 Mendirikan Akademi Paedagogik NW

17. Pada tahun 1965 Mendirikan Ma’had Darul Qur’an Wal Hadist Al Majidiah Asy Syafi’iyah Nadlatul Wathan

18. Pada tahun 1972/1982 Anggota MPR RI hasil Pemilu II dan III

19. Pada tahun 1971/1982 Penasehat Majelis Ulama’ Indonesia Pusat

20. Pada tahun 1974 Mendirikan Ma’had Lil Banat

21. Pada tahun 1975 Ketua Penasehat bidang Syara’ Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram

22. Pada tahun 1977 Menjadi Rektor Universitas Hamzan Wadi

23. Pada tahun 1977 Mendirikan Universitas Hamzan Wadi

24. Pada tahun 1977 Mendirikan Fakultas Tarbiyah Universitas Hamzan Wadi

25. Pada tahun 1978 Mendirikan STKIP Hamzan Wadi

26. Pada tahun 1978 Mendirikan Sekolah Ilmu Syari’ah Hamzan Wadi

27. Pada tahun 1982 Mendirikan Yayasan Pendidikan Hamzan Wadi

28. Pada tahun 1987 Mendirikan Universitas Nahdlatul Nathan di Mataram

29. Pada tahun 1987 Mendirikan Sekolah Ilmu Hukum Hamzan Wadi

30. Pada tahun 1990 Mendirikan Sekolah Ilmu Da’wah Hamzan Wadi

31. Pada tahun 1994 Mendirikan Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) putra putri

32. Pada tahun 1996 Mendirikan Institut Agama Islam Hamzan Wadi

Pemikiran dan Karyanya

Konsep pendidikan yang diajarkan adalah bahwa pendidikan tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan (kognitif), tetapi juga pemupukan moral, melatih dan mempertinggi nilai-nilai kemanusiaan. Karena pendidikan adalah kewajiban manusia untuk mengabdi kepada Allah SWT. Dalam hal ini, usaha yang ia pikirkan dan praktikkan adalah pengembangan pendidikan Islam melalui pesantren. Yakni, berusaha mengembangkan pesantren dengan menerima beberapa pemikiran alternatif yang dapat dijadikan sebagai masukan/kontribusi bagi pengembangan pesantren sejalan dengan perubahan zaman. Karena itu, menurut TGH Muhammad Zainuddin AM, pesantren mesti merubah orientasinya dengan tidak sekadar berorientasi pada pencarian ilmu agama, tetapi juga ilmu-ilmu yang lain.

TGH Muhammad Zainuddin AM dikenal sebagai ulama yang tidak sekadar menekuni dunia pendidikan di pesantren dan masyarakat, tetapi juga sebagai penulis dan pengarang yang produktif yang bakatnya ini timbul sejak masih belajar di Madrasah Ash-Shaulatiyah di Mekah. Beberapa karya yang dihasilkannya di antaranya dalam bentuk kitab, kumpulan doa, dan lagu-lagu perjuangan dalam bahasa Arab, Indonesia, dan Sasak.

Karya-karyanya antara lain:

1. Risalah al-Tauhid

2. Sullam al-Hija’

3. Syarah Safinah al-Najah

4. Nahdlah al-Zainiyyah

5. Al-Tuhfah al-Ampananiyah

6. Al-Fawakih al-Nahdliyyah

7. Mi’raj al-Sibyan ila Samaim al-Bayan

8. Anfat ‘Ala Tarikah al-Tsaniyah

9. Hizib Nahdlatul Wathan

10. Hizib Nahdlatul Banat

11. Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan

12. Batu Ngumpal Anak Nunggal

13. Tarekat Batu Ngumpal

14. Wasiat Renungan Masa I

15. Wasiat Renungan Masa II

16. Ta’sis NWDI

17. Imamuna al-Syafi’i

18. Mi’raj al-Sibyan

19. Siraj a-Qulub fi Da’iyat ‘Alamat al-Guyub

Banyaknya karya yang telah ia terbitkan mencerminkan ketinggian ilmu yang dimilikinya, sehingga oleh guru-gurunya TGH Muhammad Zainuddin AM mendapat pujian dan kepercayaan yang besar. Di antaranya, ia pernah diberi kesempatan untuk memberikan kata pengantar dari gurunya Maulana Syaikh Hasan Muhammad al-Mahsyat. Dalam kata pengantar yang ia tulis untuk kitab Baqi’ah al-Mustarsyidin karya Maulana Syaikh Hasan Muhammad al-Mahsyat sambil mengutip hadist Nabi Saw mengatakan: “Janganlah kamu mempelajari ilmu syariat dari seseorang kecuali dari orang yang baik riwayat hidupnya dan hatinya dan kamu sekalian telah menyelidiki atas keamanahannya”. Dari Maulana Syaikh Hasan Muhammad al-Mahsyat inilah, ia pernah mendapatkan risalah/ijazah dengan seluruh isi kitabnya, “al-Irsyad bi al-Dzikr ba’da Ma’alim al-Ijazah wa al-Asnaf”. Dari sinilah, ia menukil sebagian ucapan gurunya tentang kehidupan pribadinya yang mantap, tetapi tetap menganggap dirinya adalah orang yang hina dan fakir dalam pengetahuan agama.

Syaikh Muhammad al-Mahsyat pernah memberikan sanjungan kepada TGH Muhammad Zainuddin AM. Berikut kutipannya: “Demi Allah saya kagum kepada Zainuddin, kagum pada kelebihannya atas orang lain pada kebesaran yang tinggi dan kecerdsannya yang tiada tertandingi, jasanya bersih ibarat permata menunjukkan kebersihan ayah bundanya dan karya-karya tulisnya indah lagi menawan penaka bunga-bungaan yang tumbuh di lereng pegunungan. Di lapangan ilmu ia dirikan ma’had, tetap dibanjiri thullab dab thalibat menuntut ilmu dan menggali kitab. Ia kobarkan semangat generasi muda menggapai mustawa dengan karyanya Mi’raj al-Sibyan ila Sama’i ‘Ilm al-Bayan. Semoga Alah memanjangkan usianya dan dengan perantarannya ia memajukan ilmu pengetahuan agama di Ampanan bumi Selaparang. Terkirimlah salam penghormatan harum semerbak bagaikan kasturi dari tanah Suci menuju “Rinjani” (Syaikh Muhammad Zainuddin AM dalam Mi’raj al-Sibyan ila Sama’i ‘Ilm al-Bayan).

Dengan demikian, TGH Muhammad Zainuddin AM selain dikenal sebagai ulama yang memiliki kepedulaian yang tinggi terhadap dunia pendidikan Islam, ia juga mampu menuliskan pikiran-pikirannya untuk memberikan warisan yang paling berharga bagi penerus-penerusnya.

Daftar Pustaka

Abdul Hayyi Nu’man, Nahdlatul Wathan Organisasi Pendidikan Sosial dan Dakwah Islamiyah, 1998

Erni Budiwanti, Islam Sasak: Wetu Telu versus Waktu Lima, (Yogyakarta: LKiS, 2000)

Syaikh Muhammad Zainuddin AM, Mi’raj al-Sibyan ila Sama’I ‘Ilm al-Bayan, Lombok, Al-Anfanani, tt)

Karel A. Steenbrink, Pesantren Madrasah sekolah Pendidikan Islam dalam Kurun Modern, Jakarta: LP3ES, 1986

Wildan, Kiprah Tuan Guru Haji Muhammad zainuddin Abdul Majid dalam Pengembangan Pendidikan Pesantren di Pancor Lombok Timur, Skripsi Jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Malang, 1998

Posted in MAULANA SYEIKH | Leave a Comment »

TG. BAJANG SAAT KAMPENYE

Posted by JASMANSYAH pada September 2, 2008

Posted in FOTO TG. BAJANG | Leave a Comment »

TG. BAJANG DAN PARA TOKOH NAS.

Posted by JASMANSYAH pada September 2, 2008

Posted in FOTO TG. BAJANG | Leave a Comment »

TG. BAJANG KHM. ZAINUL MAJDI, MA.

Posted by JASMANSYAH pada September 2, 2008

Posted in FOTO TG. BAJANG | Leave a Comment »

UMMI RAUHUN ZAM. (IBUNDA TG. BAJANG).

Posted by JASMANSYAH pada September 2, 2008

Posted in FOTO TG. BAJANG | 1 Comment »

ALM. TGKH. M. ZAINUDDIN ABDUL MADJID PANCOR – LOTIM. PENDIRI NWDI, NBDI DAN NW.

Posted by JASMANSYAH pada September 2, 2008

Posted in FOTO TG. BAJANG | Leave a Comment »

PARA TOKOH PKS SAAT KAMPANYE PILGUB NTB

Posted by JASMANSYAH pada September 2, 2008

Posted in FOTO TG. BAJANG | Leave a Comment »

TG. BAJANG, YUSRIL, HIDAYAT N., TIFATUL S., BADRUL MUNIR

Posted by JASMANSYAH pada September 2, 2008

Posted in FOTO TG. BAJANG | Leave a Comment »

TUAN GURU BAJANG SAAT KAMPENYE

Posted by JASMANSYAH pada September 2, 2008

Posted in FOTO MACAM2 | 1 Comment »

GUBERNUR & WABUP NTB 2008-2013 TERPILIH

Posted by JASMANSYAH pada September 2, 2008

SELAMAT KEPADA TUAN GURU BAJANG YANG TELAH DIPERCAYA RAKYAT NTB MENJADI GUBERNUR NTB 2008-2013. SEMOGA SUKSES….

FROM: JASMANSYAH (ALUMNI NW PANCOR 10 TAHUN) SEKARANG DINAS DAN TINGGAL DI SUKABUMI JABAR.

Posted in FOTO TG. BAJANG | Leave a Comment »

Bahasa Inggris Sebagai Alat Komunikasi Global

Posted by JASMANSYAH pada September 2, 2008

Bahasa Inggris Sebagai Alat Komunikasi Global

Penulis: Dr. Iwan Jazadi, S.Pd. MEd

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Sumbawa

Kata kunci dalam mempelajari bahasa global adalah intelligibility atau kepahaman, artinya jika pengguna bahasa tersebut berasal dari lintas negeri, melakukan interaksi dan komunikasi yang koneksis atau saling memahami satu sama lain dengan bahasa global. Dengan demikian, sebuah bahasa global tidak mewakili negeri, daerah, budaya dan bahasa tertentu secara khusus tetapi merupakan milik penggunanya.

Pribahasa yang mengatakan “bahasa menunjukkan bangsa” pada hakikatnya bukan hanya berangkat dari makna atau pengertian yang mengakar pada nilai kebangsaan dengan ikatan bahasa sendiri dan budaya asli yang sempit, fanatis dan simbolik semata.Namun, bahasa menunjukkan bangsa dalam kontek ini harus dimaknai secara lebih luas yaitu kemampuan seorang atau sebuah masyarakat menggunakan bahasa apapun untuk mengekspresikan dan memperjuangkan diri, negeri dan bengsanya sehingga dengan kompetensi(kemampuam) tersebut, seorang atau masyarakat mampu menunjukkan dirinya sebagai sebuah bangsa yang memiliki harga diri dan jati diri dan daya juang dan eksistensi yang tinggi. Singapore sebagai negara kecil secara geografis dan bependudukan chinese majority sangat menyadari betapa negeri mereka memerlukan adanya kekuatan dan strategi untuk tetap survive dengan eksistensi yang berkelanjutan, mereka (singapore) sangat menyadari bahwa bahasa cina, walaupun tetap dibanggakan, tidaklah cukup untuk memastikan kapasitas daya saing dan ketahanan mereka sebagai sebuah bangsa.

Singapore bisa menjadi sentral peradaban dunia sebab adaya kesadaran kolektif dari mayoritas penduduknya bahwa bahasa inggris adalah bahasa global yang dapat digunakan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia dan bahasa inggris dapat mengangkat citra (martabat) dan eksistensi bangsanya. Hal ini merupakan sebuah konsepsi aksiomatis dan reformasi kesadaran bangsa singapore.

Seorang pakar bahasa dari singapore mengatakan bahwa “bahasa haruslah menjadi pelayan bagi pengguna bahasa itu”. Dalam konteks ini masyarakat mengadopsi prinsip multi linguistic pragmatisme artinya sebuah masyarakat boleh saja menggunakan banyak bahasa sepanjang untuk kepentingan pragmatis dalam perjuangan merebut eksistensi dan jati diri serta harga diri sebagai bangsa. Sebuah situasi dimana masyarakat mengetahui dan melakukan kalkulasi-kalkulasi dengan memandang serta mengadopsi bahasa ingris bukanlah ancaman bagi eksistensi bahasa-bahasa yang telah hadir bersama mereka sebelumnya, tetapi merupakan kunci agar mereka mendapatkan bagian dari kekuatan simbolik dunia yaitu bagaimana mereka dapat berperan serta untuk mengakumulasi modal-modal ekonomi, politik dan kultural yang ada di seluruh dunia.

Singkatnya, menurut hemat penulis, perlu adanya perubahan paradigma berfikir tentang pentingnya bahas inggris, yaitu persepsi bahwa bahasa tersebut adalah bahasa asing menjadi persepsi baru bahwa bahasa inggris adalah bahasa global yang sangat berperan dalam intreraksi dan komunikasi global seiring dengan kemajuan dan persaingan globalisasi.

Bahasa inggris harus di pandang sebagai media/alat untuk mencapai tujuan untuk mengakses peluang-peluang atau modal sosial, ekonomi politik dan dunia. Pemahaman terhadap bahasa inggris sebagai bahasa global hendaknya tidak dikaitkan dengan kepunahan atau ancaman dan gangguan terhadap bahasa asli atau bahasa ibu kecuali itu merupakan pilihan. Pada prinsipnya bahasa dalam sebuah masyarakat bisa consist atau hadir bersama-sama tanpa saling menggangu bahkan bersifat equilibrium (tetap dan berimbang) serta saling mengisi dan memperkaya khasanah bahasa satu sama lain. Di India atau Malaysia misalnya seorang bisa menguasai 5 bahasa sekaligus sebagai akibat dari kesengajaan atau pilihan mempelajari bahasa tersebut, bukan karena kebetulan semata. Dalam konteks Indonesia, sudah banyak orang mengusai 3 bahasa (beberapa bahasa daerah, bahasa nasional dan sebuah bahasa asing).

Globalisasi dan Exposure Alamiah Bahasa Inggris

Pada bagian ini penulis menyajikan realita globalisasi bahasa inggris di mana eksposure alamiah bahasa inggris dapat ditemukan di belahan dunia manapun (umumnya). Secara historis bahasa inggris tentu tidak dapat dipisahkan dengan masa kolonialisme. Pasca kolonial tersebut bahasa inggris digunakan secara luas di seluruh belahan dunia. Bahasa inggris pada kenyataannya berperan sebagai bahasa penghubung atau disebut lingua franca, artinya tidak hanya digunakan oleh mereka yang berbeda secara subtansial (misalnya, antara orang indonesia dan orang jepang ), tetapi juga digunakan oleh bengsa dengan bahasa dan budaya serumpun (misalnya, Indonesia dan Malaysia atau Brunai Darussalam).

Kecendrungan memilih bahasa inggris daripada menggunakan bahasa melayu misalnya sering terjadi ketika interaksi atau komunikasi terjadi antara orang Indonesia dengan Malaysia. Hal tersebut berangkat dari pengalama pribadi penulis Australia beberapa tahun lalu, dimana penulis pernah bertemu dengan beberapa mahasiswa Malaysia. Kami sudah mengetahui satu sama lain tentang negara asal, kami berusaha menggunakan bahasa masing-masing (Malaysia-Indonesia) yang notebenenya berasal dari rumpun yang sama, tetapi sangat nampak bahwa kami tidak bisa saling memahami secara optimal dalam interaksi dan komunikasi tersebut. Akhirnya setelah beberapa jam kami saling berusaha utuk memahami dalam bahasa melayu atau Indonesia, tidak mencapai titik kepuasan, akhirnya kami alih bahasa atau switch ke bahasa inggris dan ternyata lebih maksimal sebagaimana diharapkan. Kalau di Indonesia tentu saja bahasa Indonesia sebagai pilihan utamanya sebab kebijakan bahasa indonesia begitu intensif dilakukan sehingga pemahaman kita dioptimalkan untuk tidak terjadinya miskomunikasi antar warga negara. Hal ini patut kita syukuri tetapi dalam berbagai event lintas nasional, penggunaan bahasa inggeris adalah sebuah keniscayaan.

Kemudian ilustrasi lain yang menjustifikasi bahwa bahasa inggris masih menjadi pilihan sekalipun seorang pengguna masih memiliki pemahaman atau kedekatan atau bahkan kebanggaan terhadap bangsa yang lain. Katakanlah di Tanah suci Mekkah dimana pada musim haji bejubel kaum muslimin yang berasal dari berbagai belahan dunia dengan berbagai ragam bahasa yang maka seyogyanya menjadi lingu franca. Realitanya baik kaum muslim non-Arab yang setiap harinya membaca Al_Qur’an, bahkan menghapalkannya atau menunaikan sholat, salam dan berdoa dan berbagai aktivitas verbal Islamis lainnya dalam bahasa arab pada saat mana bahasa tersebut dapat berperan penting sebagai bahasa penghubung. Dalam konteks interaksi lintas negeri di tanah suci, bahasa inggris banyak yang dimanfaatkan oleh kaum muslimin dalam komunikasi lintas negeri.

Dalam pandangan beberapa ahli bahasa bahwa profil bahasa global adalah seberapa jauh bahasa tersebut digunakan oleh bukan pembicara tradisionalnya. Dengan kata lain, tidak ada yang lebih besar atau hebat tentang sebuah bahasa jika hanya digunakan oleh orang cina saja. Tetapi ketika bahasa tersebut digunakan oleh yang bukan pembicara asli maka bahasa tersebut akan lebih memiliki hak yang sah untuk mendapat status global karena tidak lagi identik dengan sumber aslinya. Legitimasi terhadap bahasa inggris juga dapat dilihat dari pelaksanaan forum lintas negara seperti PBB atau ASEAN dimana komunikator umumnya menggunakan bahasa inggris sebagai penghubung komunikasi. Demikian juga dengan media massa lokal maupun nasional yang menggunakan bahasa inggris, seperti di Indonesia ada The Jakarta Post dan The Indonesian Observer dan Majalah Tempo berbahasa inggris.

Hal yang serupa juga berlaku pada banyak stasiun Radio maupun TV nasional yang menyajikan program-program berbahasa inggris dan media internasional seperti BBC dan CNN yang memiliki jaringan dan kemitraan global. Beberapa daerah atau kota seperti Bali, Lombok, Yogya, Jakarta bahkan beberapa daerah dipenuhi oleh orang-orang bule (tourists) sehingga masyarakat lokal pun turut menggunakan bahasa tersebut untuk berinteraksi. Di kota satelit dimana beroperasinya perusahaan-perusahaan multinasional, bahasa inggris merupakan salah satu bahasa yang umum digunakan (misalnya di Kota Satelit PT. NNT, Batu Hijau) dan orang lokal ter-expose dan juga menggunakan bahasa tersebut. Demikian pesat perkembangan bahasa inggris sehingga menjangkau berbagai dimensi kehidupan, mulai dari info ukuran baju yang menempel di leher baju (seperti S,M dan XL), informasi produk, layanan konsumen hingga fasilitas multimedia (internet)selalu menggunakan bahasa inggris.

Berikut beberapa contoh exposure di beberapa negara lain. Thailand yang notebene berada di wilayah Asia Tenggara, sekitar 700 ribu penduduknya nonton TV Nasional dan Internasional di 14 stasiun televisi yang berbahasa inggris. Demikian pula dengan Jepang yang menyediakan berbagai refrensi maupun informasi dalam bentuk koran, buku, majalah, media audiovisual untuk pengajaran dan hiburan bagi para pelajar dan pekerja dalam bahasa inggris. Bahkan di negeri-negeri Eropa seperti Swedia dan Belanda sekalipun, lebih dari 70 % orang dewasa mampu berbahasa inggris dan di Denmark hampir semua dosen tidak pernah menulis makalah selain dalam bahasa inggris. Singkatnya, bahasa inggris memang bahasa yang ada dimana-mana di seluruh negeri yang berbeda dalam budaya serta kepentingan.

Posted in MGMP B. INGGRIS-SMI | Leave a Comment »

SEJARAH LOMBOK TIMUR

Posted by JASMANSYAH pada September 2, 2008

Sejarah Terbentuknya Kabupaten Lombok Timur


Pada masa penjajahan Belanda Pulau Lombok dan Bali dijadikan satu wilayah kekuasaan   pemerintahan dengan status Karesidenan dengan ibukota Singaraja berdasarkan Staabtlad Nomor 123 Tahun 1882 kemudian berdasarkan Staatblad Nomor 181 tahun 1895 tanggal 31 Agustus 1895 Pulau Lombok ditetapkan sebagai daerah yang diperintah langsung oleh Hindia Belanda. Staatblad ini kemudian disempurnakan dengan Staatblad Nomor 185 Tahun 1895 dimana Lombok diberikan status “Afdeeling” dengan ibukota Ampenan. Dalam afdeeling ini Lombok dibagi menjadi dua Onder Afdeeling yaitu Onder Afdeeling Lombok Timur dengan ibukota Sisi’ (Labuhan Haji) dan Onder Afdeeling Lombok Barat dengan ibukota Mataram, masing-masing Onder Afdeeling diperintah oleh seorang Contreleur (Kontrolir).

Untuk Lombok Timur dibagi menjadi 7 wilayah kedistrikan yaitu Pringgabaya, Masbagik, Rarang, Kopang, Sakra, Praya dan Batukliang. Akibat pecahnya perang Gandor melawan Belanda tahun 1897 dibawah pimpinan Raden Wirasasih dan Mamiq Mustiasih maka pada tanggal 11 Maret 1898 ibukota Lombok Timur dipindahkan dari Sisi’ ke Selong. Selanjutnya dengan Staatblad Nomor 248 tahun 1898 diadakan perubahan kembali terhadap Afdeeling Lombok yang semula 2 menjadi 3 Onder Afdeeling yaitu Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur. Untuk Onder Afdeeling Lombok Timur terdiri dari 4 kedistrikan yaitu Rarang, Masbagik, Sakra dan Pringgabaya. Dalam perkembangan berikutnya dibagi lagi menjadi 5 distrik yaitu:
Rarang Barat dengan ibukota Sikur dipimpin oleh H. Kamaluddin
Rarang Timur dengan ibukota Selong dipimpin oleh Lalu Mesir
Masbagik dengan ibukota Masbagik dipimpin oleh H. Mustafa
Sakra dengan ibukota Sakra dipimpin oleh Mamiq Mustiarep
Pringgabaya dengan ibukota Pringgabaya dipimpin oleh L. Moersaid

Seiring dengan terbentuknya daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Barat dengan Undang-Undang Nomor 54 Tahun 1958 maka dibentuk pula 6 (enam) Daerah Tingkat II dalam lingkungan Propinsi Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Barat berdasarkan Undang-Undang Nomor 59 Tahun 1958. Secara yuridis formal maka daerah Swatantra Tingkat II Lombok Timur terbentuk pada tanggal 14 Agustus 1958 yaitu sejak di undangkannya Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958 dan Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958.

Pembentukan daerah Swatantra Tingkat II lombok Timur secara nyata dimulai dengan diangkatnya seorang Pejabat Sementara Kepala Daerah dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor UP.7/14/34/1958 tanggal 29 Oktober 1958 dan sebagai Pejabat Sementara Kepala Daerah ditetapkan Idris H.M. Djafar terhitung 1 Nopember 1958.

Setelah terbentuknya Daerah Swatantra Tingkat II Lombok Timur maka selambat-lambatnya dalam waktu 2 tahun PJS Kepala Daerah harus sudah membentuk Badan Legislatif (DPRD) yang akan memilih Kepala Daerah yang definitif. Dengan terbentuknya DPRD maka pada tanggal 29 Juli 1959 DPRD Lombok Timur berhasil memilih Anggota Dewan Pemerintah Daerah Peralihan yaitu Mamiq Djamilah, H.M. Yusi Muchsin Aminullah, Yakim, Abdul Hakim dan Ratmawa.

Dalam perkembangan berikutnya DPRD Daswati II Lombok Timur dengan keputusan Nomor 1/5/II/104/1960 tanggal 9 April 1960 mencalonkan dan mengusulkan L. Muslihin sebagai Kepala Daerah yang kemudian mendapat persetujuan pemerintah pusat dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor UP.7/12/41-1602 tanggal 2 Juli 1960. Dengan demikian L. Muslihin Bupati Kepala Daerah Lombok Timur yang pertama sebagai hasil pemilihan oleh DPRD Tingkat II Lombok Timur. Jabatan tersebut berakhir sampai 24 Nopember 1966.

Sejalan dengan pemerintahan di daerah maka berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I NTB tanggal 16 Mei 1965 Nomor 228/Pem.20/1/12 diadakan pemekaran dari 5 distrik menjadi 18 distrik (Kecamatan) yang membawahi 73 desa, yaitu Kecamatan Selong, Dasan Lekong, Tanjung, Suralaga, Rumbuk, Sakra, Keruak, Apitaik, Montong Betok, Sikur, Lendang Nangka, Kotaraja, Masbagik, Aikmel, Wanasaba, Pringgabaya, Sambelia dan Terara.

Dengan Surat Keputusan Mendagri Nomor UP.14/8/37-1702 tanggal 24 Nopember 1966 masa jabatan L. Muslihin berakhir dan diganti oleh Rahadi Tjipto Wardoyo sebagai pejabat Bupati sampai dengan 15 Agustus 1967. Selanjutnya dengan SK Mendagri Nomor UP.9/2/15-1138 tanggal 15 Agustus 1967 diangkatlah R.Roesdi menjadi Bupati Kepala Daerah Tingkat II Lombok Timur yang definitif. Pada masa pemerintahan R. Roesdi dibentuk alat-alat kelengkapan Pemerintah Daerah yaitu Badan Pemerintah Harian dengan anggota H.L.Moh. Imran, BA, Mustafa, Hasan, L. Fihir dan Moh. Amin.

Pada periode ini atas pertimbangan efisiensi dan rentang kendali pengawasan serta terbatasnya sarana dan prasarana maupun personil diadakanlah penyederhanaan kecamatan dari 18 menjadi 10 kecamatan yaitu Kecamatan Selong, Sukamulia, Sakra, Keruak, Terara, Sikur, Masbagik, Aikmel, Pringgabaya dan Sambelia.

Berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri Nomor Pemda/7/18/15-470 tanggal 10 Nopember 1973 masa jabatan R. Roesdi selaku Bupati KDH Tingkat II Lombok Timur diperpanjang. Kemudian dengan berlakunya UU Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintah di Daerah, kedudukan Bupati dipertegas sebagai penguasa tunggal di daerah sekaligus sebagai administrator pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Pada periode ini dibentuk Sekretariat Wilayah/Daerah sebagai pelaksana UU Nomor 5 tahun 1974. Pemerintah kecamatan pada masa ini masih tetap 10 kecamatan sedangkan desa berjumlah 96 dengan rincian desa swakarsa 91, swadaya 2 dan swasembada 3 desa. Jumlah dinas 6 buah yaitu Dinas Pertanian Rakyat, Perikanan, Perkebunan, Kesehatan, PU dan Dispenda sedangkan instansi vertikal 19 buah.

Perkembangan selanjutnya yaitu pada periode 1979-1988 Bupati KDH Tingkat II Lombok Timur dijabat oleh Saparwadi yang ditetapkan melalui SK Menteri Dalam Negeri Nomor Pem.7/4/31 tanggal 7 Februari 1979, jabatan ini dipangku selama 2 periode namun berakhir sebelum waktunya karena meninggal dunia 13 Maret 1987. Pada periode ini terjadi pergantian Sekwilda dari Moh. Amin kepada Drs. L. Djafar Suryadi. Oleh karena meninggalnya Saparwadi maka oleh Gubernur NTB Gatot Suherman menunjuk Sekwilda H. L. Djafar Surayadi sebagai Pelaksana Tugas Bupati Lombok Timur dengan SK Nomor 314 tahun 1987 tanggal 21 Desember 1987.

Kemudian dengan keputusan DPRD Nomor 033/SK.DPRD/6/1988, DPRD berhasil memilih calon Bupati Kepala Daerah yaitu Abdul Kadir dengan 36 suara, H.L.Ratmawa 5 suara dan Drs. H. Abdul Hakim 4 suara, dengan demikian maka Abdul Kadir berhak menduduki jabatan sebagai Bupati Lombok Timur sesuai SK Mendagri Nomor 131.62-556 tanggal 13 Juli 1988, jabatan ini berakhir sampai tahun 1993. Pada tahun 1989 terjadi pergantian Sekwilda dari Drs. Djafar Suryadi kepada Drs. H. L. Fikri yang dilantik 23 Nopember 1989.

Periode berikutnya tahun 1993-1998 Bupati Lombok Timur dijabat Moch. Sadir yang ditetapkan dengan SK Menteri Dalam Negeri Nomor 131.61-608 tanggal 3 Juli 1993 dan dilantik 28 Juli 1993. Pada masa kepemimpinan nya dibangun Wisma Haji Selong, Taman Kota Selong, Pintu Gerbang Selamat Datang serta Kolam Renang Tirta Karya Rinjani. Pada periode ini H.L. Fikri selaku Sekwilda ditarik ke Propinsi untuk sementara menunggu Sekwilda yang definitif ditunjuklah Moch. Aminuddin,BA Ketua BAPPEDA saat itu sebagai Pelaksana Tugas Sekwilda sampai dengan dilantiknya H. Syahdan, SH.,SIP. sebagai Sekwilda definif berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri Nomor 862.212.2-576 tanggal 8 Februari 1996.

Ditengah situasi negara yang sedang dilanda berbagai krisis dan berhembusnya era reformasi yang ditandai berhentinya Soeharto sebagai Presiden RI pada bulan Mei 1998, bulan Agustus 1998 DPRD Dati II Lotim berdasarkan hasil Pemilu 1997 megadakan pemilihan Bupati Lombok Timur masa bakti 1999-2003. Tiga calon Bupati saat itu adalah H. Moch. Ali Bin Dachlan, SH,Achman Muzahar, SH dan H. Syahdan, SH.,SIP. Dalam pemilihan itu H. Syahdan, SH.,SIP. terpilih sebagai Bupati dengan memperoleh suara 23, H. Moch. Ali Bin Dachlan, SH, meperoleh 21 suara sedangkan Achman Muzahar, SH tidak mendapat suara.

Pada kepemimpinan H. Syahdan, SH jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) dijabat oleh H. L. Kamaluddin, SH yang dilantik berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri Nomor 862.212.2-2145 tanggal 26 Mei 1999. Sebagai dampak bergulirnya era reformasi pada tahun 1999 dilaksanakan pemilihan umum diseluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Lombok Timur yang diikuti banyak partai politik. Dari hasil Pemilu 1999 di Lombok Timur berhasil membentuk DPRD periode 1999-2004. Pada periode ini berlangsung suksesi kepemimpinan Bupati Lombok Timur. DPRD berhasil menetapkan 5 pasangan calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. Pada pemilihan yang berlangsung sangat demokratis ini berhasil terpilih H. Moh. Ali Bin Dachlan sebagai Bupati Lombok Timur dan H. Rachmat Suhardi, SH sebagai Wakil Bupati Lombok Timur untuk masa bakti 2003-2008. Pasangan Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah ini dilantik oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 131.62-462 Tahun 2003 dan Nomor: 132.62-463 Tahun 2003 tertanggal 27 Agustus 2003.

Tahun 2004 berlangsung pemilihan umum anggota DPR/DPD, DPRD I, DPRD II, termasuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Untuk Kabupaten Lombok Timur berhasil terbentuk DPRD Periode 2004-2009 dan dilantik pada tanggal 5 Agustus 2004, sedangkan Pimpinan DPRD dilantik pada tanggal 18 Mei 2005 dengan Ketua H. M. Syamsul Luthfi, SE, Wakil Ketua TGH. Nasruddin dan H. Syamsuddin Gahtan. Pada tahun 2006 berlangsung pergantian jabatan Sekretaris Daerah dari H. L. Kamaluddin, SH kepada penggantinya L. Nirwan, SH.

Posted in BERITA LOTIM | 1 Comment »

GUBERNUR NTB MELANTIK BUPATI-WABUP LOTIM 2018-2013

Posted by JASMANSYAH pada September 2, 2008

SUKIMAN AZMI – SYAMSUL LUTHFI DILANTIK GUBERNUR NTB

MATARAM – Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Serinata melantik Bupati Lombok Timur Muhammad Sukiman Azmi (bekas Komandan Kodim) dan Wakilnya Muhammad Syamsul Luthfi (Ketua DPRD) di Selong, Sabtu (30/8) pagi. Berlangsung di gedung DPRD Lombok Timur, selesai pelantikan dilanjutkan dengan serah terima jabatan oleh pasangan incumbent yang dikalahkannya Ali Bin Dahlan – Rahmad Suhardi dalam pemilihan yang berlangsung 7 Juli 2008 lalu.

Menurut Serinata, semula proses proses politik dalam rangka pemilihan yang untuk pertama kalinya dipilih langsung oleh rakyat ini,  sempat berlangsung dalam suasana yang sedikit memanas. ‘’Namun ending-nya justru sangat menyejukan,’’ katanya.

Dikatakannya, bahwa apa yang telah dilewati oleh seluruh masyarakat Lombok Timur sampai dengan saat pelantikan, harus disadari sebagai sebuah kompetisi politik pilkada yang merupakan salah satu perwujudan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sesuai keputusan Komisi Pemilihan Umum Daerah Lombok Timur, Sukiman Azmy-Syamsul Luthfi memenangkan pemilihan menyisihkan pasangan incumbent Ali Bin Dachlan dengan Lalu Gafar Ismail (Algaf), Rachmad Suhardi-Abdul Rasyd.

Semula Algaf mengajukan gugatan perselisihan pilkada yang disidangkan di Pengadilan Tinggi Mataram. Namun dugaan adanya kecurangan pelaksanaannya ditolak.(supriyantho khafid)

Posted in BERITA LOTIM | Leave a Comment »