JASMANSYAH

Media Shilaturrahmi, berbagi informasi & Ilmu

PESONA PULAU LOMBOK

Posted by JASMANSYAH pada Agustus 20, 2008

PESONA PULAU LOMBOK

NUSA TENGGARA BARAT


Pulau Lombok yang memiliki luas 473.780 hektare ini tak hanya menyimpan kekayaan wisata alam semata. Bicara Pulau Lombok maka pikiran menerawang ke hamparan pantai Senggigi yang eksotis, indah, dan menawan. Pantai berpasir putih dengan deburan ombak kecilnya ini sayang untuk dilewatkan. Tak heran bila banyak wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnu) menyinggahinya.

Panorama pantai Senggigi tak kalah menarik dibanding pantai lain di Pulau Bali. Pantai ini memiliki panjang 13 km dari desa Senggigi Kecamatan Gunung Sari hingga desa Pemenang, Kecamatan Tanjung, di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sepanjang kiri pantai berderet ribuan pohon kelapa dan nyiur yang melambai.

Pemandangan alam bebas pantai Senggigi bisa dinikmati pula di-gazebo yang dibangun pengusaha resor maupun hotel-hotel berbintang. Hampir semua resor maupun hotel di situ memilih lokasinya berdekatan dengan bibir pantai. Bahkan view pantai Senggigi dicipta menyatu dengan resor dan hotel, tanpa ada pagar pembatas.

Indahnya pantai di kabupaten Lombok Barat (Lombar) ini sempat menjadi canda bahwa yang ‘memiliki’ pantai di seluruh Lombar bukan Provinsi NTB, melainkan milik TVRI. ”Soalnya, TVRI tiap hari menayangkan pantai Senggigi dan pulau-pulau di sekitarnya pada tayangan acara penutupan malam hari. Bagi yang belum pernah datang ke pulau Lombok sebenarnya bisa menikmati keindahan pantai di Lombok Barat lewat tayangan TVRI. Tapi rasanya kurang pas kalau belum menikmati sendiri ke sini,” kata Agus, pemandu wisata dari Lombok Sumbawa Promo.

Di sepanjang pantai ini, para nelayan setempat menawarkan wisata bahari dengan menyewakan perahu layar per jam Rp 50 ribu. Tak sedikit wisman maupun wisnu yang tiap hari berlayar ke tengah laut dengan perahu-perahu layar nelayan.

Pemandangan pantai Senggigi sebenarnya belum seberapa jika dibandingkan dengan keindahan wisata bahari yang ditawarkan oleh beberapa pulau kecil yang mengelilingi Pulau Lombok. Sebut saja Gili Meno, Gili Trawangan, Gili Air, maupun Pantai Kute (bukan Pantai Kuta yang terletak di Pulau Bali).

Pantai Kute yang terletak 45 km dari Ampenan (kota tua di Lombok), menjadi objek wisata bagi wisman yang menghabiskan waktunya untuk berselancar (surfing) dan diving.

Pasir yang terdapat di Pantai Kute ini berjenis pasir sebesar biji merica sehingga masyarakat setempat menamakannya pasir merica. Pasir berwarna putih ini banyak dibawa pulang oleh wisnu untuk aksesori pasir akuarium di rumah mereka.

Pulau Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air saat ini menjadi objek wisata yang diminati wisman. Lokasi pulau kecil itu lebih natural, dan tak dihuni manusia. Suasananya sunyi senyap, hanya ditumbuhi pohon-pohon kelapa tinggi dan tanaman perdu. ”Anda belum ke Lombok kalau belum mendatangi Gili Trawangan,” itulah slogan wisata yang belakangan ini mencuat di Lombok.


Semangat wisata Pulau Lombok juga dikibarkan lewat ”Anda bisa melihat Bali di Lombok, tapi Anda tak bisa melihat Lombok di Bali’. Slogan wisata itu tak berlebihan, karena nuansa Lombok tak jauh beda dengan nuansa di Pulau Bali. Anda bisa melihat pura atau tata cara peribadatan umat Hindu-Budha sekaligus ratusan bangunan masjid dan mushala. Apalagi keindahan pantai di Lombok menyerupai pantai-pantai di Bali, bahkan lebih alami.

Ada dua karakter budaya yang menonjol di wilayah pulau ini yakni budaya Islam dan Hindu. Tak sedikit bangunan pura dan masjid yang berdiri di sini. Namun jumlah bangunan masjid relatif lebih banyak karena masyarakat Lombok banyak yang menganut agama Islam. Bahkan Pulau Lombok juga dikenal sebagai pulau seribu masjid.

Kontradiksi itu yang membuat wisatawan menemukan suasana Bali di Lombok. ”Saya senang tinggal di Lombok karena masyarakat di sini tidak usil. Apalagi, lalu lintasnya tidak macet dan padat seperti Bali,” ujar Stuart, wisman asal Amerika saat ditemui di pantai Senggigi.

Pulau Lombok yang memiliki luas 473.780 hektare ini tak hanya menyimpan kekayaan wisata alam semata. Sektor wisata lain adalah tempat-tempat bersejarah peninggalan kerajaan Selaparang pada abad 8. Salah satu situs kerajaan itu adalah Taman Nirmada di Kota Narmada yang berjarak sekitar 10 km dari Kota Mataram. Situs ini memiliki tiga kolam yang merupakan miniatur dari Segara Anak.

Sekilas

Lombok (penduduk pada tahun 1990: 2.403.025) adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelat barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa. Pulau ini kurang lebih bulat bentuknya dengan semacam “ekor” di sisi barat daya yang panjangnya kurang lebih 70 km. Pulau ini luasnya adalah 4.725 km² (sedikit lebih kecil daripada Bali). Kota utama di pulau ini adalah Kota Mataram

Bahasa Sasak dipakai oleh masyarakat Pulau Lombok, propinsi Nusa Tenggara Barat. Bahasa ini mempunyai gradasi sebagaimana Bahasa Bali dan Bahasa Jawa. Bahasa Sasak mirip dan serumpun dengan Bahasa Bali.

Bahasa Sasak mempunyai dialek-dialek yang berbeda menurut wilayah, bahkan dialek di kawasan Lombok Timur kerap sukar dipahami oleh para penutur Sasak lainnya.

Sejarah

Orang Belanda pertama singgah di Lombok pada tahun 1674 dan menduduki bagian timur pulau ini dan meninggalkan bagian barat yang kemudian diduduki orang Bali. Orang Sasak merasa dianaktirikan oleh orang Bali dan akhirnya Belanda ‘berintervensi’. Mereka menggempur Cakranegara, tempat puri Bali berada pada tahun 1894 dan memasukkan pulau ini dalam pemerintahan Hindia-Belanda

Pembagian administratif

Lombok termasuk provinsi Nusa Tenggara Barat dan pulau ini sendiri dibagi menjadi empat Daerah Tingkat II:

  1. Kota Mataram

  2. Kabupaten Lombok Barat

  3. Kabupaten Lombok Tengah

  4. Kabupaten Lombok Timur

Geografi, topografi dan demografi

Selat ombok adalah batas flora dan fauna Asia. Mulai dari Lombok ke arah timur, flora dan fauna menunjukkan ciri-ciri khas Australia. Ilmuwan yang pertama kali menyatakan hal ini adalah Alfred Russel Wallace, seorang Inggris di abad ke-19. Untuk menghormatinya maka batas ini disebut Garis Wallace.

Topografi pulau ini didominasi oleh gunung berapi Rinjani yang ketinggiannya adalah 3.726 meter di atas permukaan laut dan membuatnya yang ketiga tertinggi di Indonesia. Daerah selatan pulau ini adalah sebuah ladang terbuka bebas yang subur dan ditanami dengan jagung, padi, kopi, tembakau dan kapas.

Sekitar 80% penduduk pulau ini adalah suku Sasak, sebuah suku bangsa yang masih dekat dengan suku bangsa Bali, tetapi sebagian besar memeluk agama Islam. Sisa penduduk adalah orang Bali, Jawa, Tionghoa dan Arab.

Pariwisata

Lombok dalam banyak hal mirip dengan Bali, dan pada dasawarsa tahun 1990-an mulai dikenal wisatawan mancanegara. Namun dengan munculnya krismon dan krisis-krisis lainnya, potensi pariwisata agak terlantarkan. Lalu pada awal tahun 2000 terjadi kerusuhan antar-etnis dan antar agama di seluruh Lombok sehingga terjadi pengungsian besar-besaran kaum minoritas. Mereka terutama mengungsi ke pulau Bali.

Tempat-tempat pariwisata:

  1. Pantai Senggigi

  2. Cakranegara

  3. Gili Air

  4. Gili Meno

  5. Gili Trawangan

  6. Gunung Rinjani

  7. Pantai Kuta, Lombok

  8. Sentanu

  9. Tetebatu

4 Tanggapan to “PESONA PULAU LOMBOK”

  1. Alexander the Great said

    Ceilaah,,, baru ditayangin TVRI ja dah seneng n bangga bgt..
    Apa lagi kalo di tayangin di Discovery Channel ato CNN…??

  2. I Putu Semadiyasa said

    Jeg sante gen bli., de bes tegang keto., rezeki to sing je lakar kija..

  3. pulau lombok emang gak kalah dengan pulau bali.. Bgtpun dgn pulau2 lain di indonesia.. Cman syang mash krg dlam hal fasilitas.

  4. of course like your web site but you need to test the spelling on several
    of your posts. A number of them are rife with spelling issues and I in finding it very troublesome to tell the reality however I’ll definitely come again again.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: