JASMANSYAH

Media Shilaturrahmi, berbagi informasi & Ilmu

Perisean (STICK FIGHTING)

Posted by JASMANSYAH pada Agustus 20, 2008

Perisean

Inilah acara yang tidak selalu ada di Lombok, saat itu acara perisean ini diadakan untuk menyambut 17 Agustus. Perisean adalah pertandingan beladiri dengan menggunakan tongkat rotan sebagai pemukul dan perisai kayu dan kulit sebagai penangkis antara dua orang pedadu/pendekar. Pertandingan khas Lombok ini awalnya adalah acara yang digunakan untuk ritual memanggil hujan.
Perisean

Pertandingan kali ini adalah pertandingan antar desa, setiap desa mengirimkan 5 wakilnya. Masing-masing pendekar bertanding selama tiga ronde dengan waktu tiga menit setiap rondenya dan istirahat satu menit. Yang dapat memukul jatuh atau membuat kepala lawan berdarah atau membuat lawan menyerah dinyatakan sebagai pemenang. Tetapi apabila hanya melukai selain kepala, dan masing2 tidak ada yang menyerah sampai akhir pertandingan dianggap seri -tidak ada yang kalah dan menang-. Bagian tubuh yang boleh dipukul dengan rotan adalah pusar ke atas.

Pak Agus yang menjadi pemandu kami dengan fasih menceritakan segala hal tentang perisean ini karena beliau ternyata masa mudanya juga sering bertanding. Pertandingan saat itu ditonton oleh banyak sekali orang karena memang tiket masuknya murah, cuma Rp. 1500, atau yang mau masuk di tempat undangan khusus harus membayar Rp. 25.000. Pertandingan yang ditampilkan cukup menarik, kalau seorang pendekar terlalu banyak menghindar atau menjauh akan diberi peringatan. Musik yang mirip gamelan jawa dan Bali dengan kendang yang menyentak-nyentak membuat pertandingan semakin ramai.
Perisean

Satu Tanggapan to “Perisean (STICK FIGHTING)”

  1. Alexander the Great said

    Whats? Nonton tontonan kayak gitu musti bayar? Waduh komersial banget donk pertunjukan budaya di Lombok..
    Kalo di Bali mah nonton pertunjukan kayak gini sih gratis, di Bali (Karangasem) pertunjukan kayak gini namanya Gebug Ende, dan biasanya juga digelar menyambut perayaan 17 Agustusan, pesertanya juga tidak dibatasi, semua orang boleh ikut. Trus.. kalau menang dapat hadiah yang umumnya berupa uang, ga musti bayar kalo daftarnya..
    Tujuan terpentingnya untuk melestarikan budaya daerah, bukan untuk komersialisasi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: