JASMANSYAH

Media Shilaturrahmi, berbagi informasi & Ilmu

PTK

Posted by JASMANSYAH pada Agustus 11, 2008

PERCAKAPAN IMAJINER

APLIKASI ROLE PLAY UNTUK MEMPERCEPAT

PENGUASAAN KOMPETENSI LISAN DAN TULIS

BAHASA INGGRIS

Oleh

 

Nikmah Nurbaity, S.Pd

 

SMA NEGERI 7 PURWOREJO

 

 BAB I

PENDAHULUAN

 

A.     Latar Belakang

            Menghadapi
era global, tuntutan penguasaan Bahasa Inggris bagi penduduk dunia
tidak dapat diingkari. Penguasaan Bahasa Inggris merupakan kunci untuk
bisa berperan serta di dalamnya, untuk mampu berkomunikasi, mengakses
informasi, menyesuaikan diri dan bersaing dengan bangsa lain.

            Pelaksanaan
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menjawab tuntutan global tersebut.
Pembelajaran Bahasa Inggris yang dahulu hanya diukur dan bermuara pada
perolehan nilai EBTANAS, yang didalamnya ditentukan oleh kemampuan
membaca dan menguasai struktur bahasa, berubah ke pembelajaran yang
mengacu pada kompetensi lisan dan tulis yaitu kompetensi produktif
untuk mampu menggunakan Bahasa Inggris secara aktif yang diukur dengan
Penilaian authentic / authentic assessment.

            Aplikasi nyata dalam pembelajaran adalah ekspresi pribadi yang kreatif (creative self expression)
menjadi lebih bernilai dari sekedar menghafal dialog. Menyampaikan dan
memahami arti serta makna menjadi aspek yang penting. Fokus penguasaan
syllabus diperluas dari penguasaan aturan-aturan bahasa seperti grammar
ke penguasaan discourseskill atau kompetensi wacana.

            Kompetensi
yang dituntut dalam pembelajaran Bahasa Inggris dalam kurikulum
berbasis kompetensi adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara aktif
baik lisan maupun tulis.

            Kendala
signifikan yang dihadapi guru dan siswa untuk mencapai kompetensi lisan
dan tulis dalam Bahasa Inggris adalah rendahnya kemampuan siswa untuk
mampu membangun ide atau mengorganisasikan gagasan Siswa tidak mampu
menyampaikan idenya secara lancar dan jelas. Bahkan kadang siswa tidak
mempunyai ide sama sekali ketika dihadapkan pada satu topik untuk
dibahas. Kendala rendahnya kemampuan siswa untuk membangun ide atau
mengorganisasikan gagasan merupakan kendala besar disamping kendala
yang lain seperti rendahnya penguasaan kosa kata, tata bahasa, kurang
sarana, kelas besar, aspek psikologi dan lain-lain.

            Beberapa kutipan berikut adalah pendapat siswa yang diobservasi.

         Ada
kendala yang sangat besar untuk mampu berkomunikasi dengan lancar bagi
saya. Ternyata berbicara membutuhkan ide gagasan yang sangat luas. Dan
saya meski dengan gagasan-gagasan itu. ( Meiria III Bahasa )

         Ternyata
berbahasa Inggris sebagai alat komunikasi yang sebenarnya tidak hanya “
How are you ? dan I am Fine.” tetapi menuntut ide dan gagasan yang
sangat luas. Dan saya mengalami kesulitan membangun ide di kepala
saya.” ( Dhita Seoreni )

         Menulis surat
kepada teman-teman diluar negeri tidak hanya membutuhkan Bahasa Inggris
seperti “Where are you form” tetapi menuntut kemampuan menggambarkan
gagasan tentang banyak hal seperti tentang tempat-tempat wisata,
pulau-pulau di Indonesia, budaya dan lain-lain. Siswa sangat perlu
dilatih bagaimana menyampaikan apa yang kita pikirkan. ( Ganjar
Widiantoro )

         Bu,
bagaimana saya bisa berbicara dengan lancar dalam Bahasa Inggris, dalam
Bahasa Indonesia saja saya sering tidak punya aide untuk berbicara apa.
(Melisa Lutfi III Bahasa).

Bertolak
dari wacana dan contoh kutipan pendapat para siswa, seiring dengan
tuntutan kompetensi yang juga diukur dalam ujian akhir siswa SMA dengan
menulis, berbicara dan mendengarkan, di kelas III Bahasa SMA Negeri 7
Purworejo dilaksanakan pembelajaran dengan menerapkan Percakapan
Imajiner untuk mempercepat penguasaan Kompetensi Bahasa Inggris.

 

B.     Ruang Lingkup.

Ruang lingkup penelitian dalam penulisan karya ilmiah ini adalah :

Meningkatkan kemampuan siswa untuk membangun ide dalam berbicara dan menulis Bahasa Inggris melalui model PERCAKAPAN IMAJINER

Ruang lingkup ini kami pilih dengan melihat fakta dilapangan bahwa :

a.       Paradigma yang salah bahwa berbicara Bahasa Inggris terbatas pada translaksional discourse atau percakapan untuk menanyakan kabar, asal, keadaan, dan lain-lain.

b.      Kurangnya kondisi yang menuntut siswa mampu menyampaikan ide dan gagasan dengan baik.

c.       Tidak
hanya pembelajaran yang memberikan kompetensi bagaimana berfikir tetapi
lebih banyak apa yang dipikir atau bagaimana belajar tetapi apa yang
dipelajari.

d.      Kurangnya kondisi yang menuntut siswa menggunakan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi lisan.

e.       Kurangnya kondisi yang menuntut siswa mampu menyampaikan ide dan gagasan dengan baik.

f.        Rendahnya kemampuan siswa untuk mengeksploitasi suatu topik dari berbagai perspektif.

C.     TUJUAN

Tujuan  penulisan penelitian pelaksanaan Percakapan Imajiner di kelas III Bahasa SMA Negeri 7 Purworejo adalah :

         Meningkatkan kemampuan siswa mengorganisasikan gagasan

         Meningkatkan kemampuan siswa mengeksplorasi suatu topik.

         Meningkatkan kreativitas berbahasa siswa.

         Mempercepat kompetensi lisan Bahasa Inggris siswa.

         Mempercepat penguasaan kompetensi tulis siswa.

         Meningkatkan rasa percaya diri siswa untuk Berbahasa Inggris aktif.

         Meningkatkan love learning / cinta belajar.

         Mengembangkan critical thinking / cara berpikir kritis.

Langkah-langkah yang diambil untuk mencapai tujuan tersebut adalah ;

         Memberikan tugas kelompok pada kelompok siswa.

         Melaksanakan pelatihan

         Melaksanakan kegiatan

         Mempresentasikan hasil

         Mengadakan evaluasi

 

Indikator utamanya adalah :

a.       Siswa dapat menyampaikan ide atau gagasan tentang suatu topik dengan lancar.

b.      Siswa dapat membangun ide secara luas.

c.       Siswa dapat menyampaikan ide dari berbagai sudut pandang yang berbeda.

d.      Siswa dapat menampilkan kreatifitas berbahasa.

e.       Siswa dapat menuliskan gagasan dengan mudah.

f.        Siswa dapat berbicara Bahasa Inggris dengan lancar.

g.       Siswa menjadi love learning / suka belajar.

h.       Siswa tambah percaya diri dalam presentasi.

i.         Siswa dapat merespon dengan lancar.


 BAB II

LAPORAN KEGIATAN YANG DILAKUKAN

 

A.     Penyusunan Program Pembelajaran

A.1  Materi Pokok Percakapan Imajiner

Percakapan
imajiner, adalah model pembelajaran bahasa yang merupakan aplikasi Role
Play. Percakapan Imajiner mendekati BRAIN GYM atau senam otak. Bisda
kita memakai istilah sederhana : Berandai-andai. Latihan Brain gym
atau berandai-andai atau bercakap dalam percakapan imajiner adalah
latihan yang merupakan model untuk mengoptimalkan seluruh bagian otak.
Dr H. TaufiqPaisak M.Pd menyarankan brain gym sering dilakukan. (dalam bukunya : Membangunkan Raksasa Tidur ).

Ada 8 model Percakapan Imajiner yang dikembangkan.

  1. An outstanding person
  2. If I….
  3. Being a presenter / reporter / news reader.
  4. In this picture
  5. Generation gap
  6. The doctors say
  7. Online chat
  8. Literature Based

Masing-masing
model menggambarkan fokus kemampuan yang berbeda untuk berkreativitas
dan berimajinasi serta membangun gagasan untuk melakukan percakapan.

            Di model An Outstanding person,
siswa menemukan dirinya menjadi tokoh terkenal dari penyanyi, politisi,
guru sampai presiden. Siswa akan membangun ide seandainya dia
benar-benar tokoh yang diperankannya maka dia akan menyampaikan  gagasan, ide, pendapat sesuai tokoh tersebut. Experience background
atau latar belakang perjalanan siswa tentang materi akan menentukan
percakapannya. Apabila dia berperan sebagai presiden George Bush, maka
pengetahuannya tentang Amerika sangat menentukan jalannya percakapan.
Percakapan Imajiner mengembangkan kemampuan yang luas dalam model An Outstanding Person ini.

            Model If I
menuntut siswa mengembangkan imajinasi liar yang terbatas. Seandainya
saya…….kreativitas berbahasa dan imajinasi berpikir seorang siswa
membedakan hasil percakapan yang ditulis maupun di presentasikan. Siswa
menulis dari seandainya ia bisa terbang samapi seandainya saya
diangaksa luar sekarang.

            Model Percakapan Being a presenter / reporter / news reader
mengembangkan kemampuan siswa untuk berinteraksi aktif dengan
orang-orang di sekelilingnya. Model ini menuntut siswa mampu
berkomunikasi dengan orang lain untuk mendapatkan informasi secara
langsung. Model ini menuntut kemampuan verbal yang tinggi.

            Model In This Picture
mengembangkan kemampuan siswa untuk berfikir assosiasi, siswa
meneruskan cerita yang terbuka dari gambar-gambar sebagai pemicu atau
pencetus ide. Kemampuan siswa melihat hubungan-hubungan antar hal-hal
terpisah akan menentukan cerita atau Percakapan Imajiner yang dibuat.

            Model Generation Gap,
mengembangkan kemampuan siswa untuk memahami cara berfikir pihak lain.
Disini siswa diminta sebagian menjadi orang tua, guru atau kakak dan
yang lain sebagai anak, mund atau adik. Siswa akan
mencoba memahami bagaimana orang lain berfikir, berpendapat dan
berbuat. Model ini mengembangkan emphati siswa dan kecerdasan emosi.

            The Doctors Say
adalah model lain yang mengembangkan kemampuan siswa memahami masalah
kesehatan. Masalah ini penting dan dialami siswa dalam kehidupan
sehari-hari, pengetahuan tentang nama penyakit, gejala umum, bagaimana
mengatasinya akan menjadi bekal yang bermanfaat bagi kehidupan siswa.

            On Line Chat
mengembantgkan kemampuan siswa melakukan percakapan imajiner antar
bangsa. Model ini selain mengembangkan kemampuan berbahasa juga
mengembangkan kemampuan memahami budaya antar bangsa, menanamkan cinta
budaya dan menanamkan pemahaman wawasan global / Global Minsed.

            Model Literature Based, menanamkan kepada anak didik kemampuan melaksanakan percakapan imajinasi berdasarkan karya sastra dunia dan Indonesia
serta daerah. Selain mengembangkan kemampuan berimajinasi tinggi,
menggunakan bahasa, siswa juga diharapkan memahami karya-karya sastra
popular dan klasik.

                        Percakapan Imajiner memberikan kemampuan kepada siswa sebagai berikut :

1.      Membangun ide, menyusun dan mengorganisasikan gagasan.

Ketika
seorang siswa dihadapkan kepada situasi percakapan di kelas dan ditanya
“ What do you think about Education in our school ? atau in Indonesia?”. Hampir semua siswa “blank” tidak bisa menyampaikan pendapat, karena tidak tahu harus memulai dari mana. Tetapi dengan percakapan imajiner, siswa  diminta
memerankan diri menjadi Kepala Sekolah, dengan memulai percakapannya
dengan If I were the principal. Seandainya saya kepala sekolah. Siswa
mempunyai bayangan yang kuat tentang perannya, dia mampu membayangkan
apa yang akan dilakukan untuk memajukan sekolah karena pendidikan
disekolahnya sekarang masih kurang optimal dibidang ini, bidang lain
dan serterusnya.

      Ketika siswa memerankan diri dalam percakapan ini, dia melakukan lebih dari Role Play. Dia menyampaikan gagasan pribadinya tentang sesuatu, pandangan-pandangannya, pendapatnya dan cara berfikirnya.

      Percakapan Imajiner memberikan path
atau jalan, seperti mengarahkan kepada siswa tentang apa yang akan
disampaikan mengenai suatu topik. Dengan menempatkan diri sebagai tokoh
imajinasi yang diambilnya siswa bisa mengubah posisinya menjadi tokoh
yang dimainkannya. Siswa akan mendapatkan gagasan dari pengalaman
sehari yang dilihat, dibaca, didengar, atau dihayalkannya.

      Ketika
seorang siswa memerankan seorang tokoh penyanyi terkenal, dia akan
membicarakan banyak tentang musik, album dan jenis-jenis lagu.
Percakapan imajiner memberikan ruang untuk menjadi seseorang dan
pembicaraan akan berjalan sesuai gagasan yang dibangun berdasar
pengetahuan dan pengalaman siswa tentang tokoh tersebut.

 

2.      Percakapan Imajiner meningkatkan kreativitas Berbahasa.

Ide
dan gagasan yang disusun siswa sangat bervariasi dari imajinasi liar (
wild imagination) seperti karya JK ROWLING dalam Herry Porter sampai
tulisan  ilmiah popular tergantung kepada kreativitas siswa. Disini diterapkan bahwa keperbedaan adalah kekuatan .

 

3 Percakapan Imajiner menggali kemampuan siswa melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang

Kemampuan
melihat suatu hal dari berbagi perspektif atau sudut pandang
dikembangkan seklai dalm percakapan imajiner, Semakin luas kemampuan
siswa melihat berbagai sudut , semakin baik karya yang dihasilkan,
Kemampuan menggali informasi sebagai salah satu life skill berbahasa
sigali di percakapan imajiner

 

4 Percakapan imajiner  membekali siswa dengan rasa percaya diri

Menguasai
banyak materi dari percakapan imajiner melatih siswa percaya diri,
praktik berbicara didepan umum dan menuliskan ide ide yang berbeda
mengembangkan potensi tersembunyi dari diri siswa .

 

5 Percakapan imajiner mengembangkan Love learning atau cinta belajar

Ketika
siswa diminta menggali informasi tentang sesuatu, dia harus mencari
sumber dan dia belajar. Semakin dalam siswa mempelajari sesuatui,
semakin merasa butuh akan belajar. Model pembelajaran ini menciptakan
kebutuhan belajar pada diri siswa

 

A.2  Persiapan Pelaksanaan

Tindakan pendahuluan dilaksanakan sebagai berikut :

a.       Membentuk kelompok-kelompok kerja didalam kelas.

b.      Menyiapkan media yang diperlukan : sumber seperti majalah, Koran, poster, buku, film, VCD, dan lain-lain.

c.       Memberikan job description kepada siswa.

d.      Menjelaskan tujuan dan target kegiatan.

e.       Merekam pelaksanaan kegiatan.

f.        Membuat lembar evaluasi dan observasi.

g.       Melaksanakan evaluasi.

A.3 Skenario Tindakan

a.       Memberikan penjelasan program kerja untuk melaksanakan percakapan Imajiner dalam pembelajaran.

b.      Melaksanakan pembelajaran dengan dengan mengembangkan cara menyusun, membangun dan mengorganisasikan gagasan.

c.       Menempelkan presentasi siswa.

d.      Menempelkan tulisan-tulisan siswa.

e.       Melaksanakan penilaian.

 

   B. Penyajian

Siswa
kelas III Bahasa dibagi menjadi beberapa kelompok. Jumlah siswa tiap
kelompok tergantung pada perbedaan tugas percakapan imajiner yang
diperlukan, dari berpasangan, tiga, empat sampai sepuluh siswa.

Pemberian tugas atau job description tiap kelompok dilakukan dengan conferencing
atau persetujuan antara siswa dan guru. Dimulai dari mudah ke sulit,
dari topik sederhana ke topik yang semakin menuntut pemikiran dan
pembangunan ide mendalam.

Contoh pelaksanaan kegiatan imajiner, bervariasi dan bertingkat dari sederhana ke sulit :

1.      AN OUTSTANDING PERSON

Tiap
kelompok siswa terdiri dari 3 orang, lalu berperan sebagai orang yang
terkenal, bisa bintang film, guru teladan, presiden Indonesia, presiden
Amerika, penyanyi, musisi, sampai petinju. Dua siswa lain berperan
sebagai presenter. Anggota kelas lainnya adalah audience yang akan
mengajukan berbagai pertanyaan kepada “ Sang Bintang “ di kelas itu.

Contoh percakapan imajiner suatu kelompok dengan peran Guru Teladan Nasional.

Diah Ismi          : Good morning audience. It is a great time for us, to have Ibu Indah with us today. She is the best achieving teacher in Indonesia
this year. Please, welcome Mrs Indah Ediyati, “Thank you.and I am Diah
Ismi accompanied by Meirina will be with you for a half hour in this
program.

                                    Well know let’s give the opportunity for Mrs Endah to deliver her experience to you all.

Indah                :
Thank you so much Diah. Fisrt of all.let’s praise to God for is
Blessing that were still given a chance to meet here in this great
program.

                                    I
am Endah Ediyati, an English teacher of SMA 7 Purworejo, and have just
got an award from the Indonesian Government to be the Best Achieving
Teacher this year. Well. It’s better to make dialog interactive, please
the floor is yours to ask me a lot of question.

Ganjar              :
Well Mrs Indah. One simple question, way do you want to be a teacher.
What motivated you? U as we know most young people don’t like this job
because this job is not worth enough money.

Endah               :
Great question. I come from teachers family. My parents are both
teachers in elementary school, both of my sisters are teachers too now.
My parent motivated me a lot. My father was my idol who pictured the
strong will to be a teacher.

Putri                 :
Mrs Endah. You are awarded Best Achieving Teacher. I am sure, success
can’t come to you in a sudden. What makes you get your place now?

Endah               :
Well. Success is actually a small effort. Done day in and day out. I
really believe it. We can’t jump in to the peak. We must walk step bay
step. I worked hard to do my best in teaching. Thanks to God. God gives
me a lot of chances like in 2002 I went to Finland, 2004 I went to Malaysia. Thank you.

Dian                 : Mrs Endah. What is the happiest time in being a teacher ?

Endah               : When I see my students master what he learns, when he wants to learn more and more.

                       

   Percakapan
imajiner tersebut berlangsung selama 1,5 jam pelajaran ± 75 menit,
siswa-siswa terus menanyakan seputar pendidikan kepada Tokoh Imajiner
mereka yaitu Guru Berprestasi Tingkat Nasional.

Kelompok
lain menampilkan tokoh imajiner : President George Bush.
Pertanyaan-pertanyaan siswa menjadi sangat kreatif sampai ke tingkat
audience. Siswa-siswa melakukan percakapan imajiner tanpa batas.

Tokoh
Imajiner seperti penyanyi terkenal, gitaris, musisi, sampai bintang AFI
menginspirasi siswa dengan gagasan yang terbangun dengan sangat baik.

 

2.      IF I…… Seandainya Saya.

Siswa
diberi kesempatan bekerja sendiri dengan model percakapan imajiner IF
I.. Sendainya saya , siswa meneruskan sendiri percakapn imajiner yang
dibayangkan. Siswa menyusun gagasan tentang apa yang dia lakukan
senadainya dia menjadi sesuatu yang diimpikan. Tokoh imajiner yang dia
perankan bebas, tergantung pada daya imajinasi siswa. Kreatifitas dan
kemapuan berkreasi mewarnai tokoh imajiner yang dipilih siswa. Beberapa
contoh cuplikan percakapn imajiner siswa dengan model IF I…….

         If
I have a lot money someday in my future life, I will build a scholl. It
as a very good school to educate studenta. It has a lot facilities like
internet laboratory, Language laboratory, digital library , Immerson
class. The students will pay a little because the school will get a lot
of fund from donators. The school will have good & maturated
teachers. The student will use English and Bahasa Indonesia to study a
lot of students will go to another contry each year and also the
teacher well what I want to do with my dream school is to make
Indonesia developed country.

( Andai Saya III Bahasa )

         If I were a abroad as an exhange student. If I in America
someday, I will be very happy. I will learn about country. I will try
to know how American students study at school. Do their homework. How
many hours do tey play a day. I will experience how the season changes
from summer, autum, winter and spring. I will feel the falling leaves
and I will write all those things in a boot & publish it.

Contoh percakapan imajiner yang ditulis dipresentasikan

         If I were in the sky

         If I were a bird

         If I were your boyfriend

         If I were  rich

         If I go to the moon someday

         If I win a very big prize

         If I can see the future

Siswa
diberi kesempatan untuk menuliskan gagasannya lebih dahulu, bisa juga
dilaksanakan dirumah sebagai pekerjaan rumah dan dibawa oleh pemimpin
dan mempresentasikan di depan kelas secara lisan.

 

 

3.      BEING A PRESENTER OR REPORTER OR NEWS  READER

            Percakapan
imajiner model ini mengadopsi pengalaman sehari-hari siswa dari
menontonn TV dan mendengarkan radio atau menyaksikan acara life show
.Kelompok siswa bervariasi, jumlahnya tergantung pada jenis acara yang
dipresentasikan. Media pembelajaran yang perlukan dibawa oleh siswa
untuk mendukung presentasi.

Contoh presentasi siswa :

         Celoteh anak dibawakan dalam bahasa Inggris, melibatkan + 12  siswa.

         Kabar kabari

         Breaking news

         Liputan 6

         Sunday Chat

         Derap hukum

         Clear top ten

         Crosscek

         Dunia lain

         Who want to be mellionare dan lain-lain.

 

Siswa
memerankan diri dalam percakapan imajiner menjadi tokoh seperti Dewi
Huges dari celoteh anak, menjadi pembaca berita dalam breaking news,
Liputan 6 maupun Sunday chat. Menjadi presenter dewi Sandra dalam
clrear top ten. Hari Panca dalam dunia lain atau Tantowi Yahya dalam
Who Want to be a Millionaire

Kompetensi tulis sangat dikembangkan dalm merencanakan prtesentasi dan kompetensi lisan teroptimalkan dalam presentasi.

 

4.      IN THIS PICTURE,……

Model
percakapan Imajiner ini, menjadi kreativitas berfikir siswa yang
tinggi. Dirangsang dengan gambar-gambar yang mengarah pada OPEN-ENDED STORY.
Dimungkinkan sekali dari gambar yang sama sebagai awal cerita yang
sangat berfariasi dan tak terbayangkan . Potongan-potongan gambar
dipilih yang membrikan rangsangan kuat untuk imajinasi siswa.

Contoh potongan –potongan gambar untuk model IN THIS PICTURE

         Potongan gambar Pesawat jatuh ditengah hutan

         Potongan gambar mobil dengan ban kempes di jalan sepi

         Potongan gambar bunga-bunga mekar di musim semi.

         Potongan gambar terperangkap hujan lebat di tengah jalan

         Potongan gambar anak kecil di perumahan kumuh.

         Potongan gambar bencana alam, banjir / Tsunami

         Potongan gambar Mr Bean dalam sebuah film.

         Potongan gambar seorang peri dengan sayap.

         Potongan gambar seseorang, Titanic di dalam laut.

         Potongan gambar pertunjukan music dengan puluhan ribu penonton.

         dan lain-lain.

 

5.      GENERATION GAP

Percakapan
Imajiner ini mengembangkan pemahaman psikologis siswa. Model ini
mengajak siswa perperan sebagai dirinya sendiri dan berperan menjadi
orang tua atau guru. Dengan peran yang kontradiktif, siswa menghasilkan
perbedaaaan pandangan tentang berbagai aspek kehidupan terutama
kehidupan remaja. Orang tua cenderung mengukur dan menilai segala
sesuatu sesuai jaman mereka muda dan remaja mengikuti jaman sekarang
Generation gap mengajak siswa bercakap-cakap imajiner dan mengajari
siswa bagaiaman orang tua menghendaki anak- anak yang mengerti orang
tua. Percakapan imanjiner berkembang sesuai dengan kultur di rumah
tangga para siswa sendiri, contoh topik yang dikembangkan.

         Minta ijin tentang peserta ulang tahun

         Cara berdandan siswa

         Car belajar siswa

         Cta-cita siswa

         Minta kendaraan motor untuk ke sekolah

         Cara menggunakan uang dalam satu bulan

         Membantu orang tua di rumah

         Pacaran untuk siswa

         Sopan santun & sikap

         Kenakalan remaja.

Dan
topik lain yang diangkat dalam kehidupan sehari hari. Karena siswa
mengalami sendiri masalah-masalah yang disodorkan, siswa lebih mudah
dan tertarik untuk mengembangkan percakapan model ini. Penanaman
nilai-nilai tentang kehidupan juga terlakasana tanpa disadari oleh
siswa.

 

6.      THE DOCTORS SAY…….

            Model
Percakapan ini menggali kemapuan siswa untuk memahami dan menggunakan
kosa kata dalam bidang kesehatan secara umum maupun detil. Peran
Imajiner yang diperankan sebagai dokter akan menuntut siswa membangun
gagasan tentang bagaimana merespon keluhan kesehatan. Peran pasien
menuntut kemapuan siswa menyusun gagasan tentang bagaimana menyampaikan
keluhan penyakitnya.

Contoh percakapan imajinernya.

         Getting an accident

         Burning accident

         Headache

         Toothache

         Stomichache

         Heart attach

         Can’t sleep for more than 3 days.

         Feel worried al the time

         Pregnancy

         Getting operation dan lain-lain.

 

7.      ON LINE CHAT

            Model
percakapan yang paling terakhir sesuai dengan kemudahan yang ditawarkan
oleh kemajuan bidang informasi dan komunikasi adalah percakapan
imajiner dengan internet. Pada layanan Mirc atau Yahoo Messenger, siswa
melakasanakan percakapan imajiner tak terbatas dalam dunia maya. Siswa
bisa berperan menjadi siapa saja dan apa saja tanpa perlu merasa
canggung, tetapi tetap bertanggung jawab. Bervariasinya percakapan bisa
berawal dari nickname yang dipakai. Misalnya siswa akan memakai nickname: Yuliet percakapan berkembang seputar kisah romeo Yuliet. Dengan mekanisme Lonesome in the desert. Percakapan akan berkembang di sekitar masalah kehidupan.

Percakapan imajiner di chatting bisa tak  terbatas
kreativitasnya. Bisa dipengaruhi oleh umur. Ketika seseorang
membayangkan berperan sebagai bapak berusia 50 tahun maka percakapan
berkembang seputar keluarga. Apabila nickname yang dipakai King atau Queen, percakapan akan berkemabng sekitar politik dan pemerintahan.

Contoh percakapan imajiner siswa :

Swampthing      : Hi, morning.

Guest               : Hi Swampthing. How is your pond? How is the swamp?

Swampthing      : JJ great here, I get a lot of friends

                           And you ?

Guest               : It is my first time to visit this cyber place are you happy in the swamp ?

  How do you look like ?

Swampthing      : I am swamphing. Have you ever seen me.

Gues                : Yes, once in TV

  Yes look “sorry” frightening

  With grey skin, sticky, by eyes.

Swampthing      : LOL. You are right. But I am a kind creative

  Iam kindhearted

Guest               : Wow, It is nice to know you.

Swampthing      : OK don’t judge somebody from the appearance only

Guest               : Sure.I can feel you are a good friend.

Swampthing      : L.O.L Where are you from?

Guesst              : I am from a Kingdom, nobody can see me,

                          Only smart creature can see me.

  e.t.c

            Pecakapan imajiner dengan on line chat bias terus berlanghusng dengan lancar tergantug kreativitas siswa dan lawan on line nya,
Semakin kreatif siswa, semakin bagus hasil percakapannya. Penggunaan
bahasa menyangkut vocabulary dan perluasan cirri-ciri kebahasaan/ Langustic feature atau tata bahasa.

            Siswa bekerja didepan internet, dua orang siswa untuk tiap computer dengan durasi waktu + 60 menit. Hasil on line chat di save di print out dan dipresentasikan di depan kelas.

 

8.      LITERATURE-BASED

            Percakpan
imajiner metode ini adalah percakapan imajiner yang didasrkan pada
pengalamn sastra. Siswa tinggal mengadopsi percakapan dari kisah
terkenal di dunia sastra dunia atau sastra Indonesia.
Untuk tingkat dunia misalnya dua orang siswa bisa berperan menjadi
Romeo & Yuliet, atau Samson dan Delila, siswa bisa menjadi peran
imanjiner sepertri Zeus dan Dewi-dewi di langit misalnya.

            Dari cerita di Indonesia, siswa bisa menjadi Suminten, Roromendut, Rama & Sinta, Sampe Intai dan lain-lain.

            Percakapan
imajiner ini bisa berkembang menjadi drama , hanya biasanya lebih
pendek. Kisah seperrti Cinderella, Putri Salju dan dongeng lainnya
memotivasi siswa dengan sangat mudah untuk melakukan percakapan
imajiner berdasar pada karya sastra.

            Pelaksanaan
pembelajaran dengan percakapan Imajiner mengaktifkan seluruh siswa di
kelas. Ketika kelompok yang bertugas melakukan presentasi, kelompok
lain berperan sebagai audience atau penonton yang aktif dengan menjawab
pertanyaan, memberikan tanggapan dan memberikan masukan.

            Pelaksanaan
percakapan Imajiner dioptimalkan pada jam pelajaran khusus speaking
selama dua jam pelajaran dan bisa ditambahkan dalam jam bahasa Inggris
lain, saat pre activity di pembelajaran reading, struktur, maupun listening, atau bagi sekolah yang sudah melaksanakan KBK dengan Genre Based Learning, pelakasanan Percakapan imajiner dapat dilaksanakan di dua siklus berbahasa lisan dan tulis di ke 4 tahap baik Building Knowledge of the field, Modeling of the text, Join construction maupun Independent Construction. Model percakapan Imajiner disesuaikan dengan jenis genre yang sedang dibahas.

           

C.  Penilaian Proses Hasil Pembelajaran

    Penilaian proses pembelajaran mengacu pada penilain KBK yaitu     AUTHENTIC
ASSESSMENT atau penilaian berkelanjutan. Untuk kompetensi lisan dan
tulis siswa melalui berbagai tahap, dari penulisan draft, revisi satu ,
revisi dua sampai hasil akhir baru presentasi.  Penilaian
berlangsung juga dari proses bukan hanya hasil akhir. Aspek penilain
meliputi aspek kognitif, affective dan psikomotor siswa.

    Aspek
kognitif menilai tulisan siswa dari unsure linguistic features atau
tata bahasanya, kosa kata atau dictionnya, pronounciationnya,
intonasinya dan isi percakapan serta tulisan siswa.

     Aspek
affective menilai kerjasama siswa antar kelompok, minat siswa dalam
mengikuti pembelajaran, empati siswa, kemampuan mendengarkan, dan
motivasi siswa.

     Aspek
psikomotor siswa menilai kemampuan verbal siswa pada saat presentasi,
performance atau unjuk kerja siswa dalam percakapan imajiner, dan
kemampuan berbicara secara umum.

     Penskoran
penilaian mengacu pada petunjuk EBTANAS 2003 untuk kemmampuan berbicara
dan menulis, dan unsure yang dinilai dalam percakapan meliputi : isi
atau ide atau gagasan siswa, pilihan kata, ucapan atau fluency, dan
penampilan. Untuk menulis , unsure yang dinilai adalah: isi atau
gagasan, kesesuaian, pilihan kata, tata bahasa dan tampilan.

 

            Hasil
observasi selama 3 tahap dan wawancara dengan siswa menunjukkan bahwa
pembelajaran dasar menerapkan percakapan imajiner sebagai aplikasi Role Play untuk mempercepat penguasaan kompetensi lisan dan tulis Bahasa Inggris memberikan perubahan-perubahan diantaranya :

         Kompetensi Bahasa Inggris siswa dalam berbicara / lisan meningkat banyak.

         Kompetensi Bahasa Inggris siswa dalam menulis meningkat nyata.

         Kemampuan menyatakan gagasan secara lancar meningkat.

         Kemampuan menyampaikan gagasan terhadap satu topik dari berbagai perspektif / sudut pandang meningkat.

         Kemampuan menggali informasi meningkat.

         Kemampuan berkreasi dalam  menggunakan bahasa meningkat.

         Kemampuan berfikir kritis / critical thinking meningkat.

         Menumbuhkan Cinta Belajar atau love learning yang tinggi.


BAB III

LAPORAN HASIL

 

 

HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN

            Hasil pembelajaran siswa di evaluasi dalam tiga tahap :

Tahap   I     Bulan Agustus sampai Oktober

            II    Bulan Nopember sampai Januari

            III  Bulan Pebruari sampai April

 

Tabel I.  Hasil
observasi tanggapan siswa dalam pembelajaran dengan Percakapan
Imajiner, penerapan Role Play untuk mempercepat penguasaan Kompetensi
lisan dan tulis Bahasa Inggris.

No

Pernyataan

Tanggapan

Tahap I

Tahap II

Tahap III

Jumlah

%

Jumlah

%

Jumlah

%

1

Saya menguasai kompetensi Bahasa Inggris dengan baik

Setuju

10

40%

15

60%

19

76%

Biasa

9

36%

8

32%

5

20%

Tidak setuju

8

32%

4

16%

3

12%

2

Saya menguasai kompetensi tulis Bahasa Inngris dengan baik

Setuju

4

16%

10

40%

21

84%

Biasa

13

52%

10

40%

2

8%

Tidak setuju

10

40%

7

28%

4

16%

3

Saya menyusun gagasan dengan baik dalam berbicara

Setuju

12

48%

17

68%

23

92%

Biasa

13

52%

8

32%

3

12%

Tidak setuju

2

8%

2

8%

1

4%

4

Saya menyusun gagasan dengan baik dalam menulis Bahasa Inggris

Setuju

9

36%

14

56%

23

92%

Biasa

8

32%

3

12%

2

8%

Tidak setuju

10

40%

7

28%

2

8%

5

Percakapan imajiner merangsang pembangunan gagasan

Setuju

11

44%

15

60%

22

88%

Biasa

10

40%

7

28%

3

12%

Tidak setuju

6

24%

5

20%

2

8%

6

Percakapan imajiner menggali kreatifitas berbahasa.

Setuju

13

52%

19

76%

21

84%

Biasa

10

40%

4

16%

3

12%

Tidak setuju

4

16%

4

16%

3

12%

7

Kompetensi lisan Bahasa Inggris saya meningkat

Setuju

10

40%

15

60%

24

96%

Biasa

7

28%

9

36%

2

8%

Tidak setuju

10

40%

3

12%

1

4%

8

Kompetensi tulis Bahasa Inggris saya meningkat

Setuju

12

48%

17

68%

24

96%

Biasa

8

32%

5

20%

2

8%

Tidak setuju

7

28%

5

20%

1

4%

9

Menggunakan Bahasa Inggris aktif sebagai alat komunikasi lisan menyenangkan

Setuju

10

40%

15

60%

19

76%

Biasa

9

36%

8

32%

5

20%

Tidak setuju

8

32%

4

16%

3

12%

10

Menggunakan Bahasa Inggris aktif sebagai alat komunikasi tulis menyenangkan.

Setuju

12

48%

17

68%

23

92%

Biasa

13

52%

8

32%

3

12%

Tidak setuju

2

8%

2

8%

1

4%

 

Hasil observasi tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam  cara
pandang dan minat siswa terhadap pembelajaran Bahasa Inggris untuk
mempercepat penguasaan kompetensi lisan dan tulis dengan menerapkan
Percakapan Imajiner. Pada item no 1 dan 2, menunjukkan perubahan
penguasaan kompetensi lisan dan tulis yang tinggi, juga pada point
kemampuan menyusun gagasan, terjadi peningkatan yang signifikan.
Percakapan Imajiner terbukti nyata meningkatkan kemampuan menyusun
gagasan, membangun ide, mengorganisasikan pendapat dan menggali
kreativitas berbahasa. Metode ini sangat diminati siswa.


Tabel II  Tingkat Kompetensi Siswa dalam Bahasa Inggris lisan dalam 3 tahap evaluasi.


No

Nama Siswa

Tahap I

Tahap II

Tahap III

Kelancaran

Isi    

Pilihan kata

Tat Bahasa

Penampilan

Jumlah

Kelancaran

Isi    

Pilihan kata

Tat Bahasa

Penampilan

Jumlah

Kelancaran

Isi    

Pilihan kata

Tat Bahasa

Penampilan

Jumlah

1

Alfa Suci Yuniarti

2

2

2

1

1

8

2

2

2

2

2

10

3

2

3

2

3

13

2

Andri Surya Destanti

2

2

2

2

1

9

2

2

2

2

2

10

3

2

2

2

3

12

3

Bentri Puspitarini

2

2

2

2

2

10

3

3

2

3

2

13

3

3

3

3

3

15

4

Dhita Leorini

2

2

2

2

1

9

3

2

2

3

2

12

3

3

2

2

3

13

5

Dian Kirnamasari

2

2

2

1

1

8

2

2

2

2

2

10

2

3

2

2

2

11

6

Dimas Yogi Wirawan

1

2

2

1

1

7

2

2

2

1

2

9

2

2

2

2

2

10

7

Diyah Ismi Rochayati

3

2

3

2

2

12

3

3

3

2

2

13

3

3

3

3

3

15

8

Ely Wijayanti

2

2

2

1

1

8

2

2

2

1

2

9

3

2

2

2

3

12

9

Endah Ediyati

2

2

2

2

3

7

3

2

2

2

3

12

3

3

3

2

3

14

10

Eni Hijayanti

2

2

2

2

1

11

2

2

2

2

2

10

3

2

2

2

3

12

11

Febriana Kurniasari

2

2

2

1

1

9

2

3

2

2

2

11

3

3

2

3

3

13

12

Ganjar Widiantoro

2

2

2

1

1

8

2

2

2

2

2

10

3

2

2

2

3

12

13

Heksa Lutfi Setiawan

1

2

2

1

1

8

2

2

2

1

2

9

2

2

2

2

3

11

14

Herlan Ari Wibowo

1

2

2

1

1

7

2

2

2

1

2

9

2

3

2

2

2

11

15

Herni Widiyawati

2

2

2

2

1

7

2

3

2

2

1

9

2

3

2

2

2

11

16

Intan Deny Permatasari

2

2

2

2

2

8

2

3

2

2

2

11

3

2

2

2

3

12

17

Meirina

2

2

3

2

2

10

3

2

3

3

2

14

3

3

3

3

3

15

18

Primaneni Lestari

2

2

2

3

2

12

3

2

2

3

2

12

3

3

2

3

3

14

19

Rahajeng Budayaning Ps

2

2

2

2

3

11

3

2

2

3

3

13

3

3

3

3

3

15

20

Ratna Tyas Priyanti

2

2

2

1

2

9

2

2

2

2

2

10

3

3

2

2

2

12

21

Ria Desi Sunaryati

2

2

2

2

2

10

3

2

2

2

2

11

3

3

2

2

3

13

22

Sulistyo Rini

2

2

2

2

2

10

3

2

2

2

2

11

3

3

2

3

2

13

23

Tri Waluyo W

1

2

2

1

2

8

2

2

2

2

2

10

2

3

2

2

3

12

24

Tuti Lestari

1

2

2

1

1

7

2

2

2

2

2

10

2

3

2

2

3

12

25

Winny Novita

2

2

2

2

2

10

3

2

3

2

2

12

3

3

2

2

3

13

26

Yerika Ayu Salindri

2

2

2

2

2

10

3

2

2

2

2

11

2

3

2

2

3

12

27

Yuniarti Tri W

2

3

2

2

2

11

3

3

2

2

2

12

3

3

2

3

3

14

 

Pengambilan score mengacu penilaian EBTANAS Tahun 2003, score tertinggi 3 untuk tiap item. Score 5 item tertinggi 15.

            Dari observasi kegiatan dan penilaian performance atau unjuk kerja dalam speaking, terbukti ada peningkatan signifikan pada Fleuncy
atau kelancaran, isi percakapan, pilihan kata dan penampilan. Siswa
lebih runtut dalam menyampaikan gagasan karena dia sudah membangun
gagasan itu berdasarkan imajinasinya, yang dia bangun dari banyak
pengalaman belajar yang dia dapatkan. Isi percakapan bervariasi sekali
tergantung seberapa luas latar belakang pengalamannya, pilihan kata
juga bervariasi sesuai topik yang dibahas. Penampilan sangat nyata
perubahannya karena siswa lebih mantap dan percaya diri ketika dia
menguasai materi yang dia susun sendiri gagasannya.

 


Tabel III : Score Portofolio Siswa III Bahasa dalam bentuk tulisan dalam  3 tahap                          evaluasi.

 

No

Nama Siswa

Tahap I

Tahap II

Tahap III

Isi

Kesesuaian    

Pilihan kata

Tat Bahasa

Tampilan

Jumlah

Isi

Kesesuaian    

Pilihan kata

Tat Bahasa

Tampilan

Jumlah

Isi

Kesesuaian    

Pilihan kata

Tat Bahasa

Tampilan

Jumlah

1

Alfa Suci Yuniarti

2

1

2

1

2

8

2

2

2

2

2

10

3

2

2

3

2

12

2

Andri Surya Destanti

2

2

2

2

2

10

2

3

3

2

2

12

3

3

3

3

2

14

3

Bentri Puspitarini

2

2

2

1

2

    11

3

2

3

2

2

12

3

3

3

2

3

14

4

Dhita Leorini

2

2

2

1

2

9

2

2

2

2

2

10

3

2

3

3

2

14

5

Dian Kirnamasari

2

2

2

1

2

9

3

2

2

2

2

11

3

3

2

2

2

12

6

Dimas Yogi Wirawan

2

1

2

1

1

7

2

2

2

1

2

9

2

2

2

2

2

10

7

Diyah Ismi Rochayati

2

2

2

3

2

11

3

3

2

3

2

13

3

3

3

3

3

15

8

Ely Wijayanti

2

1

2

1

2

8

2

2

2

2

2

10

3

2

3

3

2

13

9

Endah Ediyati

2

2

2

1

2

9

3

2

3

2

2

12

3

3

3

2

3

14

10

Eni Hijayanti

2

1

2

1

2

9

2

2

2

2

2

10

2

2

3

3

2

12

11

Febriana Kurniasari

2

2

2

1

2

9

3

2

2

2

2

11

3

2

3

3

2

12

12

Ganjar Widiantoro

2

2

1

2

2

9

2

3

2

1

2

11

2

3

3

3

2

13

13

Heksa Lutfi Setiawan

1

1

2

1

2

7

2

2

1

1

2

8

2

2

2

2

2

10

14

Herlan Ari Wibowo

1

2

2

1

2

8

2

2

2

1

2

9

2

2

2

2

2

10

15

Herni Widiyawati

2

2

1

1

2

8

2

2

2

2

2

9

3

2

2

2

2

11

16

Intan Deny Permatasari

2

2

2

2

2

10

2

3

2

3

2

11

3

3

2

3

2

13

17

Meirina

2

2

2

3

2

11

3

2

3

2

2

13

3

3

3

3

3

15

18

Primaneni Lestari

2

2

2

3

2

11

3

3

2

2

2

12

3

3

2

3

3

14

19

Rahajeng Budayaning Ps

2

2

2

2

2

10

3

3

2

2

2

12

3

3

3

2

3

14

20

Ratna Yus Priyanti

2

2

2

2

2

10

3

2

2

2

2

11

3

3

2

2

2

12

21

Ria Desi Sunaryati

2

2

2

1

2

9

2

2

2

2

2

10

2

3

2

3

2

12

22

Sulistyo Rini

1

2

2

1

2

8

2

2

2

2

2

10

3

2

3

2

2

12

23

Tri Waluyo W

1

2

2

1

2

8

2

2

2

2

2

10

2

2

2

2

2

10

24

Tuti Lestari

1

2

2

1

2

8

2

2

2

2

2

10

2

2

2

2

2

10

25

Winny Novita

2

2

2

2

2

10

2

2

3

2

2

11

3

2

3

3

2

13

26

Yerika Ayu Salindri

2

2

1

2

2

9

2

2

2

2

2

10

3

2

2

2

2

11

27

Yuniarti Tri W

2

2

2

2

2

10

3

3

2

3

2

13

3

2

3

3

3

14

 

Pengambilan score mengacu pada penilaian EBTANAS Tahun 2003 Nilai tertinggi dari tiap item 3 ,  jumlah item 15, jumlah nilai tertinggi semuanya 15.

            Evaluasi
untuk tulisan siswa mengalami paningkatan nyata sangat sempurna untuk
beberapa siswa, tinggi untuk sebagian besar siswa dan sedang untuk
beberapa siswa. Peningkatan nyata terdapat pada point isi atau ide yang
ditulis siswa. Variasi gagasan dan dalamnya pengeksplorasian gagasan
terhadap satu topik dapat nyata terjadi.

 

Tabel IV. Jumlah rata rata tulisan siswa dalam 3 bulan tiap evaluasi dari 27 siswa kelas  III Bahasa,setelah dikenalkan percakapan Imajiner. Tulisan dihitung dalam tulisan wajib dan bebas, Jumlah tulisan di rata-rata  tiap siswa.

NO

 

Tahap I

Tahap II

Tahap III

1

Tugas dari guru

9

12

16

2

Tulisan bebas atau kemauan sendiri

8

14

20

3

Online Chat Percakapan di Internet

9

15

20

 

Tabel V.  Pengaruh Kompetensi Bahasa Inggris sebagai alat komunikasi dan alat        mempelajari ilmu lain dalam pemilihan jurusan setelah lulus.

 

No

Nama

Jurusan

PT

1.

Andri Surya

-Pendidikan Bahasa Inggris

-Sastra Indonesia

UNS Solo

UGM

2.

Dhita Leorini

Pendidikan Bahasa Prancis

UNY

3.

Dian Kirnamasari

Komunikasi

UGM

4.

Diah Ismi Rochayati

Sastra Inggris

UNS

5.

Febriana

      Sastra Indonesia

      Komunikasi

UNSOED

UGM

6.

Ganjar Widiantoro

Sastra Indonesia

UNDIP

7.

Rahajeng Budayaning

Komunikasi

UNSOED

8.

Yerika Ayu Salindri

Sastra Nusantara

UGM

 

 

 

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

 

A.     Simpulan :

            Berdasarkan
penelitian pada proses pembelajaran untuk mempercepat penguasaan
kompetensi lisan dan tulis Bahasa Inggris melalui percakapan Imajiner
sebagai aplikasi Role Play disimpulakan bahwa :

1.      Model pembelajaran dengan melaksanakan Percakapan Imajiner sebagai aplikasi Role Play memberikan kontribusi positif terhadap meningkatnya penguasaan kompetensi lisan dan tulis siswa.

2.      Model pembelajaran dengan Percakapan Imajiner secara nyata mengoptimalkan kemampuan siswa untuk membangun  ide, menyusun dan mengorganisasikan gagasan.

3.      Model
pembelajaran dengan Percakapan Imajiner meningkatkan kemampuan siswa
untuk mengeksplorasi suatu topik dan melihat suatu topik dari berbagai
perspektif.

4.      Model pembelajaran dengan Percakapan Imajiner meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam berbahasa Inggris aktif.

5.      Model Pembelajaran dengan Percakapan Imajiner mengoptimalkan kreativitas berbahasa siswa.

6.      Model pembelajaran dengan  percakapan Imajiner meningkatkan Cinta Belajar / love learning siswa.

 

B.     SARAN

Model Pembelajaran Percakapan Imajiner sebagai aplikasi Role Play sangat
tepat di laksanakan untuk mempercepat penguasaan kompetensi lisan dan
tulis Bahasa Inggris. Pembelajaran ini memberikan secara optimal
rangsangan, kondisi situasi untuk mampu membangun ide, menyusun dan
mengorganisasikan gagasan dalam berbicara maupun menulis. Dengan
kemampuan ini siswa akan lebih mudah berbicara dan menulis Bahasa
Inggris dengan lancar. Model pembelajaran seperti ini juga meningkatkan
rasa percaya diri siswa, berpikir kritis dan cinta belajar. Model ini
juga berkaitan erat dengan background atau latar
belakang siswa atau kontekstual. Sehingga mempermudah siswa menguasai
materi pembelajaran. Model pembelajaran dengan Percakapan Imajiner,
digabung dengan metode-metode lain seperti program Imersi, Cyber Class
dan lain-lain akan lebih bermakna dan memberikan sumbangan positif
dalam mewujudkan tujuan Kurikulum Berbasis Kompetensi di Indonesia

SUMBER: http://nurbaity.multiply.com/journal

2 Tanggapan to “PTK”

  1. Bagus, mohon ijin dibaca… hehehehe

  2. JASMANSYAH said

    Mangga….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: